Pangeran Harry sempat 'tak memproses' kesedihan atas kematian Puteri Diana

Prince Harry Hak atas foto PA

Pangeran Harry mengungkapkan ia membutuhkan konseling setelah menghabiskan hampir 20 tahun 'tidak memikirkan' kematian ibunya, Diana, Putri Wales.

Dalam sebuah wawancara dengan koran Inggris, Daily Telegraph, ia mengatakan baru sesudah mencapai usia akhir 20-an ia memproses kesedihannya, setelah mengalami dua tahun 'kekacauan total.'

Tapi dia kini berada di 'tempat yang baik' karena 'proses yang telah saya lalui.'

Pangeran berusia 32 tahun itu juga mengatakan dunia tinju 'menyelamatkan' sebagai 'cara yang baik untuk melepaskan agresi'.

Daily Telegraph mengatakan Pangeran Harry telah memutuskan untuk berbicara tentang masa lalunya dengan harapan hal itu akan mendorong orang lain untuk memecahkan stigma seputar masalah kesehatan mental.

Bersama dengan saudaranya dan kakak iparnya, Duke dan Duchess of Cambridge, ia mempromosikan kampanye kesehatan mental Heads Together, dalam acara amal London Marathon tahun ini.

Berbicara kepada wartawan dari koran itu, Bryony Gordon, Pangeran Harry mengatakan, "Saya bisa mengatakan bahwa kehilangan ibuku pada usia 12, dan karena itu memadamkan semua emosi saya selama 20 tahun terakhir, telah memberikan pengaruh yang cukup serius tidak hanya pada kehidupan pribadi saya tapi juga pekerjaan saya."

Dia menambahkan, "Saya mungkin sudah sangat dekat pada guncangan mental pada berbagai kesempatan ketika segala macam kesedihan dan segala macam kebohongan dan kesalahpahaman dan segalanya melanda kita dari setiap sudut."

'Kepala dalam pasir'

Putri Wales meninggal dalam kecelakaan mobil di Paris pada Agustus 1997.

Pangeran Harry mengatakan, "Cara saya berurusan dengan hal itu adalah dengan 'membenamkan kepala dalam pasir', menolak untuk berpikir tentang ibu saya, karena bagaimana hal itu akan membantu?"

Hak atas foto PA
Image caption Pangeran Harry berusia 12 tahun tatkala ibunya meninggal dunia. Di foto ini tampak ia bersama pangeran William dan ibunya pada tahun 1991.

Dia menggambarkan dirinya sebagai "pemuda khas umur 20, 25, 28 tahun dalam gagasan bahwa 'hidup itu asyik,' atau 'hidup itu baik-baik saja,' dan persis begitulah.

"Dan kemudian (saya) mulai mengalami sejumlah percakapan dan mendadak saja semua kesedihan yang tak pernah saya proses itu mulai datang ke hadapan saya dan saya menyadari bahwa sebenarnya banyak hal yang perlu saya tangani."

Dia mengatakan dia memutuskan untuk bertindak setelah saudaranya mengatakan kepadanya, "Dengar, Anda benar-benar perlu menghadapinya. Merupakan hal yang tidak normal untuk menanggap bahwa tidak ada yang mempengaruhi Anda."

Pangeran Harry mengatakan, "Sejumlah orang terbaik atau yang paling mudah diajak berbicara adalah psikiater atau siapa pun yang belum pernah kita temui sebelumnya.

"Kita duduk di sofa dan berkata 'Begini, sebetulnya saya tidak benar membutuhkan saran Anda. Dapatkah Anda cuma mendengarkan saja.' Dan Anda hanya membiarkan semuanya meluncur keluar."

Hak atas foto PA
Image caption Putri Diana membawa sentuhan baru dalam kehidupan Istana Buckingham.

Ditanya apakah ia menjalani konseling, ia berkata, "Saya telah melakukan itu beberapa kali, cukup banyak, tapi hasilnya bagus."

Namun dia mengatakan dia bisa 'dengan aman' bahwa masalah dia tidak terkait dengan masa dinasnya sebagai seorang prajurit di Afghanistan.

Pangeran Harry mengatakan, "Karena proses yang telah saya lalui selama dua setengah tahun terakhir, saya sekarang sudah bisa serius dalam pekerjaan saya, mampu memperlakukan kehidupan pribadi saya secara serius juga, dan mampu menumpahkan darah, keringat dan air mata ke dalam hal-hal yang benar-benar berguna dan hal-hal yang saya pikir akan bermanfaat untuk orang lain.

Topik terkait

Berita terkait