Video pembunuhan membuat Facebook susun ulang strateginya

Steve Stephens Hak atas foto Handout
Image caption Steve Stephens belum diketahui keberadaannya, dan polisi masih memburunya.

Facebook telah melakukan evaluasi terhadap cara mereka menangani konten kekerasan dalam jaringan mereka.

Pengumuman itu muncul sehari setelah video yang mempertontonkan pembunuhan diunggah ke Facebook pada hari Minggu oleh pelakunya dan tetap bisa ditonton selama lebih dari dua jam.

"Kami tahu kami harus bertindak lebih baik," kata seorang petinggi perusahaan.

Polisi masih mencari Steve Stephens, 37, yang mengunggah video pembunuhan terhadap Robert Godwin, 74, yang tampaknya dipilih secara acak.

Stephens kemudian menggunakan Facebook Live untuk membicarakan pembunuhan tersebut, dan mengatakan bahwa dia telah membunuh 13 orang - meski polisi mengatakan mereka tidak tahu akan adanya korban lain.

Facebook dihujani kritik yang luas terkait betapa lamanya video tersebut tersedia di layanan mereka.

Hak atas foto Reuters
Image caption MElalui siaran langsung di Facebook, Steve Stephens mengaku telah membunuh 13 orang dan masih akan terus membunuh, kendati polisi baru mengidentifikasi satu orang korban.

"Sebagai dampak dari serangkaian peristiwa yang mengerikan ini, kami mengevaluasi arus pelaporan untuk memastikan agar pengguna bisa melaporkan video dan materi lain yang melanggar standar kami dengan secepat dan semudah mungkin," tulis Justin Osofsky, wakil presiden operasi global Facebook.

"Dalam hal ini, kami tidak menerima laporan tentang video pertama (yang menampilkan pelaku mengatakan dia berniat membunuh), dan kami baru menerima laporan tentang video kedua - yang berisi penembakan - lebih dari satu jam 45 menit sejak diunggah. Kami mendapat laporan akan video ketiga, yang berisi pengakuan pria tersebut, setelah peristiwanya berakhir."

Osofsky mengatakan bahwa video yang menampilkan pembunuhan tersebut di Facebook selama satu jam dan empat puluh lima menit setelah dilaporkan oleh pengguna. Video, dan akun pengguna, diturunkan 23 menit kemudian, menurut pernyataan Facebook.

Perusahaan tersebut mengatakan bahwa selain dimoderasi oleh manusia, kecerdasan buatan akan menjadi alat yang efektif dalam melawan penyebaran materi serupa.

Konferensi pengembang tahunan Facebook akan berlangsung di San Jose, California, pada Selasa dan Rabu pekan ini.

Mark Zuckerberg akan membuka acara itu dengan pidato utama - meski belum diketahui apakah dia akan membahas kontroversi ini.

Topik terkait

Berita terkait