Pembunuh yang siarkan aksi di Facebook bunuh diri saat dikejar polisi

Steve Stephens, yang menyiarkan kejahatan yang dilakukannya, mengaku telah membunuh 13 orang dan masih akan terus membunuh. Hak atas foto Reuters
Image caption Steve Stephens menyiarkan aksinya melalui Facebook.

Seorang pria yang diduga membunuh secara acak dan menyiarkannya melalui Facebook tewas akibat bunuh diri setelah mobilnya berputar karena dikejar polisi.

Steve Stephens dikenali oleh karyawan restoran McDonald's di Pennsylvania saat memesan makanan lewat lajur khusus mobil. Sang karyawan kemudian sontak menghubungi layanan darurat 911.

Polisi lalu mengejar Stephens sejauh lebih dari tiga kilometer. Ketika mobil polisi tepat berada di belakang mobil Stephens, polisi menabrakkan bemper sehingga kendaraan yang dikemudian Stephens berputar tak terkendali.

"Selagi mobil berputar, Stephens mencabut pistolnya dan menembak dirinya sendiri di bagian kepala," sebut pernyataan kepolisian Pennsylvania.

Dalam peristiwa itu, tiada orang lain yang cedera dan Stephens dinyatakan tewas di tempat, kata Kepala Kepolisian Cleveland, Calvin Williams.

Hak atas foto @Repairerofthebr
Image caption Mendiang Robert Godwin saat berpose bersama putrinya, Debbie Godwin, pada 2015 lalu.

Selama beberapa hari terakhir, Stephens berstatus buronan sejak diduga membunuh Robert Godwin selagi pria berusia 74 tahun itu berjalan ke rumahnya seusai merayakan Paskah di Cleveland, pada Minggu (16/04).

Aksi tersebut disiarkan Stephens secara langsung lewat Facebook. Stephens mengatakan dalam sebuah posting video terpisah bahwa ia telah membunuh 13 orang dan sedang berusaha untuk membunuh lebih banyak lagi.

Usai melakukan aksinya, Stephens langsung kabur dari kejaran polisi.

Topik terkait

Berita terkait