Akun palsu selebritas di media sosial, anak-anak 'harus hati-hati'

Harry Styles Hak atas foto Getty Images
Image caption Akun di Instagram yang seolah-olah dikelola penyanyi Harry Styles ditutup setelah BBC Trending menyimpulkan bahwa akun tersebut palsu.

Aparat penegak hukum mengeluarkan kekhawatiran setelah ditemukan akun palsu di media sosial yang seolah-olah milik selebritas seperti anggota One Direction Harry Styles dan penyanyi Kanada, Justin Bieber.

Keduanya sangat populer di kalangan remaja dan 'akun palsu' tersebut diduga 'berusaha menjalin komunikasi secara tidak pantas dengan anak-anak dan remaja'.

Polisi di Australia belum lama ini menahan seorang pria 42 tahun yang menggunakan nama Justin Bieber di media sosial untuk mendapatkan foto-foto anak.

Jon Rouse, polisi yang memimpin unit eksploitasi anak daring, mengatakan bahwa banyak anak yang meyakini mereka berkomunikasi dengan Bieber yang sesungguhnya dan karena itu bersedia melakukan apa yang diminta.

"Ini sungguh mengkhawatirkan," kata Rouse.

"Kita harus mengevaluasi bagaimana kita sebaiknya mengajari anak-anak agar mereka berhati-hati dan waspada ketika beraktivitas di alam maya," tambahnya.

Seorang ibu dari anak perempuan berusia delapan tahun kepada BBC Trending menuturkan bagaimana anaknya nyaris menjadi korban eksploitasi.

Anaknya didekati melalui media sosial oleh seseorang yang memakai identitas selebritas terkenal. Pesan-pesan yang dikirim antara lain adalah permintaan foto anak tanpa mengenakan busana. Dikatakan bahwa semua anak melakukannya dan akan menjadi rahasia.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Anak-anak mungkin sulit menentukan apakah akun selebritas di media sosial asli atau tidak.

Masalah akun palsu ini ditemukan baik di platform media sosial besar seperti Facebook, Twitter dan Instagram maupun yang baru, yang punya banyak anggota di kalangan remaja.

Salah satunya yang sekarang menjadi perhatian adalah Musical.ly yang diluncurkan pada 2014.

"Banyak pelaku eksploitasi yang memanfaatkan Musical.ly untuk mendekati anak-anak. Percaya atau tidak, ini fakta internasional," kata Rouse.

Simbol centang biru

Aplikasi Musical.ly telah diunduh lebih dari 50 juta kali oleh kalangan berusia di bawah 21 tahun, banyak di antaranya yang belum berusia 16 tahun.

Kepada BBC, Musical.ly mengatakan sangat mengutamakan keselamatan pengguna dan tidak akan menoleransi tindakan ilegal atau yang tidak pantas.

"Kami meminta pengguna untuk melaporkan tindakan yang tidak pantas atau yang melanggar hukum," kata juru bicara Musical.ly.

Image caption Masalah akun palsu ditemukan baik di platform media sosial besar seperti Facebook, Twitter dan Instagram maupun yang baru.

Kekahawatiran tentang akun selebritas ramai dibahas di Inggris sejak saudara Harry Styles, Gemma, menulis pesan di Twitter yang meminta pengguna untuk hati-hati dengan akun yang seolah-olah milik Harry Styles.

Ia mengatakan akun tersebut 'menyasar anak dan remaja yang rentan'.

Diduga pemilik akun palsu di Twitter itu juga menjalankan modus serupa di Instagram yang hingga pekan lalu punya pengikut 130.000

Amy, pengguna media sosial di Inggris, mengatakan sudah melaporkan hal ini ke Instagram dengan meminta agar akun tersebut ditutup. Permintaannya sempat tidak diterima namun setelah BBC Trending menanyakan hal ini, Instagram mengatakan akun tersebut telah dibekukan.

Facebook, Twitter, dan Instagram memberi tanda centang biru bagi akun-akun yang dikelola oleh selebritas namun Sharon Girling, pegiat keselamatan anak, mengatakan anak dan remaja mungkin tak semuanya bisa membedakan akun asli dan palsu.

"Anak-anak berusia sembilan tahun mungkin tak tahu mana akun yang asli dan mana yang palsu.... mereka dengan mudah meyakini bahwa suatu akun adalah asli meski kenyataannya tidak," katanya.

Topik terkait

Berita terkait