Warga miskin dan penganggur akan mendapat gaji dasar

Kathleen Wynne Hak atas foto Getty Images
Image caption Perdana Mentri Ontario, Kathleen Wynne mengumumkan proyek percontohan bantuan tunai ini di tiga kota di seluruh provinsi tersebut.

Provinsi terbesar di Kanada, Ontario, melakukan percobaan dengan memberikan pendapatan dasar terhadap warga miskin, tanpa kewajiban apa pun.

Pemerintah telah melakukan kajian selama tiga tahun terhadap program ini dan akan diuji-cobakan apakah pemberian gaji dasar tersebut lebih baik daripada program kesejahteraan sosial saat ini.

Para penerima program ini dipilih secara acak dari di tiga kota di Ontario, mereka akan diberikan dana senilai C$16.989 (atau sekitar Rp156 juta) setahun.

Perdana Menteri Ontario, Kathleen Wynne, mengatakan bahwa sekarang saatnya untuk 'berani' dalam memecahkan masalah bagaimana membantu masyarakat yang paling miskin.

"Ini bukan saatnya untuk mundur, ini bukan saatnya bagi pemerintah untuk berpegang teguh pada status quo," katanya saat proyek percontohan tersebut diumumkan pada hari Senin (24/4).

Ontario bukan satu-satunya wilayah yang mengupayakan kebijakan ini.

Baru-baru ini Finlandia meluncurkan uji coba sendiri pada bulan Januari, dan pemerintah Skotlandia pun telah menyatakan minatnya.

Gagasan ini cukup terkenal di kalangan kaum progresif maupun liberal, karena memiliki potensi untuk mengurangi kemiskinan dan memotong birokrasi.

Proyek percontohan Ontario ini akan diluncurkan di kota-kota seperti Hamilton dan Thunder Bay pada musim semi ini, dan berikutnya di kota Lindsay pada musim gugur ini.

Program ini akan menelan biaya sebesar C$50 juta per tahun (atau sekitar Rp489 miliar) dan akan mencakup 4.000 rumah tangga dari ketiga kota tersebut.

Para peserta program ini harus memenuhi berbagai persyaratan, di antaranya harus tinggal di salah satu kota tersebut selama lebih dari setahun, berusia antara 18 sampai 64 tahun dan hidup dengan penghasilan rendah.

Orang-orang dewasa yang hidup sendiri akan memperoleh uang tunai tahunan sebesar C$16.989 (atau sekitar Rp156 juta), sementara pasangan suami istri akan diberikan bantuan tunai sebesar C$24.027 (atau sekitar Rp235 juta), dikurangi 50% dari pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan.

Dengan menyimpan sebagian penghasilan mereka, pemerintah berharap orang-orang akan terdorong untuk bekerja dan tidak hanya mengandalkan bantuan.

"Ini bukan jumlah yang mahal," kata Wynne, yang mencatat bahwa banyak orang yang kesulitan hidup di provinsi tersebut merupakan karyawan paruh waktu dan memerlukan bantuan tambahan untuk memenuhi kebutuhan.

Topik terkait

Berita terkait