Perempuan Italia 'mengembalikan' bayi tabungnya dengan etnis campuran

A baby boy is held by a midwife after being born in an NHS maternity unit, in Manchester, England Hak atas foto Christopher Furlong/Getty Images
Image caption Bayi perempuan tersebut (ilustrasi) telah ditempatkan di pengasuhan.

Seorang perempuan Italia dituduh berbohong soal kehamilannya dan kemudian mengembalikan bayi yang sudah dibelinya, setelah mengetahui etnis campuran bayi tersebut.

Perempuan usia 35 tahun itu dituduh membayar 20.000 euro atau hampir Rp300 juta untuk bayi perempuan itu.

Kini dia ditahan bersama dengan ibu biologis bayi tersebut dan seorang pria Maroko yang dituduh menjadi calo penjualan bayi tersebut.

Di Italia, sewa rahim atau surrogacy adalah ilegal dan bisa didakwa dengan penjara atau denda besar.

Pada polisi, si ibu "palsu" mengatakan bahwa dia menggunakan perut lateks buatan yang dibelinya secara online untuk membohongi keluarga dan teman-temannya.

Media di Italia mengatakan bahwa pasangan perempuan tersebut dipenjara karena perdagangan narkoba dan dia baru mengalami dua kali keguguran.

Ibu biologis bayi tersebut, seorang perempuan Romania usia 25 tahun, dilaporkan hamil setelah hubungan singkat dengan seorang pria asal Mali.

Saat si ibu palsu mengetahui soal etnisitas bayi tersebut, dia sadar bahwa dia tak akan bisa menjelaskan warna kulit anaknya itu. Dan setelah tiga hari berlalu, laporan mengatakan, bahwa dia mengembalikan bayi tersebut.

Kasus ini berawal dari kecurigaan di kantor pencatatan sipil di Latina, di selatan Roma, pada Februari lalu, saat seorang perempuan menanyakan cara mendaftarkan akte kelahiran buat bayi yang lahir di rumah.

Saat tak ada yang muncul untuk mendaftarkan anak tersebut, pejabat setempat pun berusaha menghubungi - tapi mereka tak mendapat jawaban memuaskan. Karena khawatir, petugas pun melaporkan kejadian ini ke polisi.

Para penyelidik menemukan bayi ini dalam kondisi sehat dengan ayah biologisnya, yang bekerja di Roma.

Kini si bayi berusia satu bulan dan ditempatkan di pengasuhan negara.

Topik terkait

Berita terkait