'Kematian mencurigakan' di kebun binatang El Salvador diselidiki

Personel Kebun Binatang El Salvador merawat Gustavito di San Salvador (25 Februari 2017) Hak atas foto EPA
Image caption Gustavito sudah sakit selama dua minggu.

Jaksa di El Salvador telah membuka penyelidikan resmi terkait kematian mencurigakan seekor puma dan monyet di Kebun Binatang Nasional.

Jaksa penuntut mencurigai bahwa hewan-hewan ini sakit karena diabaikan.

Mereka juga akan menyelidiki kematian seekor zebra di lokasi yang sama awal bulan ini.

Kematian-kematian terjadi setelah sebelumnya Gustavito, seekor kuda nil di kebun binatang tersebut, juga mati pada Februari lalu, yang menimbulkan kemarahan luas di El Salvador sampai ke luar negara tersebut.

Tuduhan palsu

Awalnya staf mengatakan bahwa kuda nil tersebut ditikam dan dipukuli oleh penyerang yang tak diketahui.

Setelah kematian kuda nil tersebut, direktur kebun binatang Vladlen Hernandez mengatakan dia tidak percaya karyawan terlibat dalam serangan tersebut, dan mengatakan bahwa kebun binatang tidak menerima ancaman dari geng jalanan yang meneror negara itu.

Polisi kemudian meminta keterangan dari karyawan kebun binatang untuk mencoba mencari tahu siapa yang bisa masuk ke lokasi dan melakukan serangan seperti itu.

Namun investigasi lanjutan menemukan bahwa hewan tersebut meninggal karena minimnya perawatan.

Hak atas foto Reuters
Image caption Acara peringatan diadakan pada Februari untuk memprotes kematian kuda nil Gustavito.

Pemeriksaan rinci menemukan bahwa kuda nil tersebut mati akibat pendarahan paru-paru, menurut jaksa penuntut negara bagian Mario Salazar.

Hewan itu menderita sakit selama 17 hari sebelum mati.

'Konsep yang usang'

Pejabat berwenang mengatakan puma Soberana mati karena tua dan sakit, dan sedang dirawat karena masalah lambung.

Sementara bayi monyet mati karena kecelakaan.

Jaksa penuntut mengatakan mereka memutuskan untuk menyelidiki situasi yang menyebabkan kematian-kematian tersebut.

Pada Jumat, Kementerian Kebudayaan El Salvador mengumumkan akan memperbarui Kebun Binatang Nasional tersebut dengan konsep suaka margasatwa.

"Konsep kebun binatang tradisional sudah usang," menurut pernyataan kementerian tersebut.

Topik terkait

Berita terkait