Cegah suami kasar, kaum istri di India diberi tongkat pemukul

Pengantin di India Hak atas foto Hindustan Times
Image caption Pengantin perempuan di negara bagian Madhya Pradesh, India, diberi tongkat pemukul kayu, yang berukuran panjang 40 sentimeter.

Ratusan pengantin perempuan yang ambil bagian dalam perkawinan massal di India diberi tongkat pemukul dari kayu dan diminta menggunakan tongkat tersebut sebagai senjata ketika para suami bertindak kasar.

Pesan yang ditulis di tongkat tersebut adalah 'untuk dipakai melawan para pemabuk'. Pentungan ini memiliki panjang sekitar 40 sentimeter dan secara tradisional biasanya dimanfaatkan untuk mencuci baju.

Menteri Utama negara bagian Madhya Pradesh, Gopal Bhargava, mengatakan pihaknya ingin mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga.

Kepada para pengantin perempuan, ia mengatakan sebelum benar-benar dipakai, harus ada komunikasi yang baik dengan suami, sehingga tongkat pemukul menjadi 'pilihan terakhir'.

"Jika para suami tidak mau mendengar alasan istri, barulah memanfaatkan tongkat pemukul," kata Bhargava.

Di halaman Facebooknya, Bhargava mengunggah foto-foto pengantin perempuan yang mendapatkan tongkat pemukul.

'Kecanduan minuman keras'

Hak atas foto Hindustan Times
Image caption Pada tongkat kayu ada tulisan yang kira-kira bermakna 'untuk digunakan terhadap suami yang alkoholik'.

Kepada kantor berita AFP, Bhargava menuturkan bahwa ia khawatir dengan jumlah istri yang mendapat perlakuan buruk dari para suami yang alkoholik.

"Para perempuan ini mengatakan para suami menjadi kasar ketika mabuk. Para suami menghabiskan uang tabungan untuk membeli minuman keras," kata Bhargava.

Ia menambahkan pemberian tongkat pemukul dari kayu sama sekali tidak dimaksudkan untuk mendorong tindak kekerasan tapi justru mencegah para suami berlaku kasar.

Bhargava -yang berasal dari partai yang berkuasa Bharatiya Janata- telah memesan 10.000 tongkat dan hampir 700 pengantin perempuan menerimanya dalam pernikahan masal di kota Garhakota pada akhir pekan.

Perkawinan massal biasanya dilangsungkan di India bagi pasangan dari kalangan bawah sehingga mereka tidak harus mengeluarkan uang untuk merayakan pernikahan mereka.

Media setempat mengatakan langkah ini diambil untuk mendapatkan dukungan dalam pemilihan umum tahun depan.

Topik terkait

Berita terkait