Geng Yakuza pecah, polisi Jepang antisipasi kerusuhan

kepolisian Jepang Hak atas foto Reuters
Image caption Kepolisian Jepang menyatakan dalam keadaan siaga jika terjadi kekerasan antargeng.

Kepolisian Jepang mengatakan mereka mewaspadai kemungkinan terjadinya kekerasan setelah salah satu geng penjahat pecah menjadi dua kelompok yang bermusuhan.

Sebagian anggota geng mafia Jepang, Kobe Yamaguchi-gumi, salah satu kelompok penjahat terkenal di Jepang, menyatakan keluar dan membentuk grup sempalan di prefektur Hyogo, Jepang bagian tengah. Demikian dilaporkan oleh media Jepang.

Seorang anggota geng mengatakan sebagian anggota kelompok itu tidak senang dengan cara pentolan geng menarik uang.

Kepada para wartawan, sempalan geng tersebut mengatakan kelompoknya akan diberi nama Ninkyo Daintai Yamaguchi-gumi. Meskipun tidak akan memiliki bos, geng baru ini akan diwakili oleh Yoshinori Oda, 50, seorang mantan pentolan geng lama.

Geng Kobe Yamaguchi-gumi dibentuk dua tahun lalu setelah faksi-faksi berpengaruh memisahkan diri dari kelompok utama Yamaguchi-gumi.

Image caption Yakuza terjun dalam berbagai kegiatan bisnis gelap, termasuk perdagangan narkoba dan prostitusi.

Dengan perpecahan terbaru itu, kepolisian menyatakan dalam keadaan siaga jika sewaktu-waktu pecah kekerasan. Kepolisian Jepang diberi wewenang tambahan untuk memburu geng-geng yang dalam bahasa setempat disebut yakuza.

Kelompok penjahat Yamaguchi-gumi merupakan sindikat kejahatan terorganisir terbesar di Jepang. Menurut kepolisian, anggota geng itu mencapai 23.000 orang.

Yakuza sudah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jepang dan secara nasional jumlah anggota berbagai kelompok itu mencapai 60.000 orang.

Geng-geng tidak digolongkan sebagai kelompok gelap, walaupun sebagian besar pemasukan mereka didapat secara gelap melalui perjudian, prostitusi, perdagangan narkoba dan belakangan dari kegiatan peretasan maya.

Topik terkait

Berita terkait