Orang utan albino dirawat setelah diselamatkan di Kalimantan

Orang utan Hak atas foto BOSF/AFP
Image caption Orang utan Kalimantan diklasifikasikan sebagai spesies yang secara kritis terancam punah.

Orang utan betina berbulu putih yang langka menjalani pemeriksaan dan observasi menyeluruh setelah ditangkap di Kalimantan Tengah.

Orang utan berbulu putih dan bermata biru dan berjenis kelamin betina itu ditangkap oleh warga desa di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah beberapa waktu lalu.

Para warga dilaporkan terkejut melihat orang utan albino beraktivitas di hutan di dekat penduduk.

Orang utan langka itu kini dirawat oleh Yayasan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF). Disebutkan orang utan ditempatkan di kandang selama dua hari dan "masih menunjukkan tingkah laku liar", menurut BOSF.

Namun demikian, tambah BOSF, orang utan itu bisa saja dilepaskan ke alam liar dalam waktu dekat.

Hak atas foto BOSF/AFP
Image caption Orang utan albino ini mungkin mengalami cedera ketika berusaha melawan ketika ditangkap warga.

Orang utan albino tergolong sangat langka dan selama 25 tahun BOSF beroperasi di Kalimantan, kasus ini ini menjadi penemuan dan penyelamatan orang utan albino pertama.

Dipastikan oleh Borneo Orangutan Survival Foundation bahwa orang utan tersebut tergolong albino setelah dilakukan pemeriksaan fisik, di antaranya mata orang utan ini peka terhadap cahaya.

Adapun usianya diperkirakan lima tahun. Menurut badan International Union for Conservation of Nature (IUCN), orang utan Kalimantan dikategorikan sebagai hewan yang "kritis terancam punah".

Populasinya turun lebih dari 60% antara tahun 1950 hingga 2010, karena pengrusakan habitat dan perburuan.

Jumlah orang utan diperkirakan akan mengalami penurunan lagi sebesar 22% antara tahun 2010 hingga 2025, kata IUCN.

Topik terkait

Berita terkait