Pria Muslim dibunuh di India karena 'bantu kawin lari'

Uttar Pradesh Hak atas foto Reuters
Image caption Tiga pria di negara bagian Uttar Pradesh, India, ditahan polisi setelah diduga terlibat pembunuhan seorang pria Muslim berusia 60 tahun.

Tiga orang di negara bagian Uttar Pradesh, India utara, ditangkap dan diperiksa polisi karena diduga membunuh seorang pria Muslim.

Sejumlah laporan menyebutkan korban, Ghulam Ahmad (dalam laporan lain disebutkan bernama Ghulam Muhammad), dipukuli dengan tongkat besi hingga tewas di perkebunan mangga tempat ia bekerja, pada hari Selasa (02/05).

Jumlah tersangka pelaku serangan sebenarnya mencapai lima orang, yang diperkirakan berasal dari kelompok Hindu garis keras yang menentang perkawinan antaragama.

Mereka menuduh Ghulam Ahmad membantu pasangan muda Muslim-Hindu yang kawin lari. Pengantin laki-laki dilaporkan adalah kerabat jauh Ghulam Ahmad. Pasangan ini melarikan diri dari desa mereka karena 'khawatir mendapatkan penentangan dari warga Hindu'.

Editor kawasan Asia Selatan BBC, Jill McGivering, mengatakan tewasnya pria Muslim ini adalah insiden terbaru serangan kelompok-kelompok Hindu garis keras terhadap komunitas Muslim di India.

Serangan terhadap anggota komunitas Muslim biasanya terkait dengan penyelundupan atau penyembelihan sapi, seperti dalam insiden penyeroyokan dua Muslim oleh massa di negara bagian Assam, pada hari Minggu (30/04).

Sapi adalah binatang yang disucikan oleh para pemeluk Hindu dan di sejumlah negara bagian di India, ada aturan resmi yang melarang warga membunuh hewan ini.

Laporan yang diterbitkan Human Rights Watch (HRW) pekan lalu menunjukkan sejak Mei 2015, setidaknya 10 pemeluk Islam tewas dalam kasus pertikaian Islam-Hindu soal sapi.

Perdana Menteri Narendra Modi tahun lalu mengecam keberadaan kelompok-kelompok pengamanan swakarsa, milisi, atau kelompok garis keras dengan mengatakan mereka 'membuat dirinya marah' namun komentar tersebut tak membuat insiden kekerasan berhenti.

Topik terkait

Berita terkait