Khawatir merusak kursi, staf salon tolak perempuan bertubuh besar

Kimberly Adie Hak atas foto COURTESY KIMBERLY ADIE
Image caption Kimberly Adie dan tunangannya.

Seorang perempuan asal Kanada yang ditolak untuk pedikur karena berbadan besar akhirnya berbicara terbuka karena ia merasa 'setiap orang berhak untuk dimanjakan.'

Kimberly Adie, 27 tahun, menceritakan bahwa seorang karyawan di sebuah salon perawatan kuku di Winnipeg, Kanada memalingkan wajahnya karena melihat ukuran tubuh Adie.

Ia dan tunangannya pergi ke salon itu untuk melakukan perawatan kecantikan kaki atau pedikur.

Ini bukan pertama kalinya sebuah salon kuku di Amerika Utara menjadi berita utama karena cara mereka dalam memperlakukan para pelanggannya.

Beberapa salon di AS dikritik karena mengenakan biaya lebih besar sebagai ongkos tambahan di luar biaya normal.

Dalam insiden terbaru yang terjadi di Winnipeg, Adie mengaku saat ia memasuki salon dua karyawan perempuan yang bekerja di sana menatapnya dari atas ke bawah.

Lalu manajer salon menemuinya dan mengatakan bahwa mereka tidak bisa menerima klien seperti dirinya, dengan berulang kali mengatakan kursi yang akan ia duduki 'tidak akan muat.'

Sementara, tunangannya dipersilakan masuk ke salon untuk perawatan kaki.

"Saya sangat kaget saat mereka mengatakan bahwa saya tidak akan muat duduk di kursi mereka, namun mereka mempersilakan tunangan saya untuk masuk," katanya.

Hak atas foto COURTESY KIMBERLY ADIE
Image caption Kimberly Adie mengatakan dirinya terkaget-kaget saat ditolak masuk ke salon perawatan kuku.

Lalu, lanjut Adie ia dan tunangannya pergi ke salon lain. Saat mereka sampai di salon itu, ia mengaku menangis.

"Saya merasa sangat malu pada diri sendiri dan sangat malu dengan penampilan saya," kenangnya, tapi sang tunangan membujuknya untuk melakukan perawatan pedikur yang ia mau.

Ia pun menerima berbagai tanggapan positif dari orang-orang yang memiliki pengalaman serupa.

"Mereka senang ada seseorang yang bisa maju ke depan dan menyuarakan apa yang terjadi, ketimbang bersembunyi di balik tirai dan hanya menerimanya."

Hingga Rabu (03/05), tak satu pun orang dari dari salon kuku yang bernama Nail Pampers itu bersedia untuk mengomentari insiden Sabtu (29/04) itu.

Namun pemilik salon tersebut mengatakan kepada CTV News Winnipeg bahwa ia menyesali kejadian itu dan berkilah bahwa mereka tidak dapat menerima Adie pada hari Sabtu dengan alasan situasi di salon yang sangat sibuk.

Hak atas foto COURTESY KIMBERLY ADIE
Image caption Kimberly Adie akhirnya diterima untuk pedikur di salon lain.

Pada tahun 2010, sebuah salon kuku di Georgia menjadi berita utama setelah mengaku menambahkan biaya tagihan perawatan sebesar US$5 (atau sekitar Rp66.000) bagi kliennya yang memiliki kelebihan berat badan, sebagai semacam asuransi untuk membayar kerusakan pada kursi pedikur.

Baru-baru ini, seorang pelanggan di sebuah salon kuku di Memphis, Tennessee menyebut ada pengumuman yang berbunyi bahwa orang-orang dengan kelebihan berat badan akan dikenakan biaya jasa tambahan.

Pemilik salon membantah telah memasang pengumuman tersebut, namun mengatakan kepada sebuah kantor berita Memphis bahwa pada bulan Maret ia memang mempertimbangkan untuk memampang pengumuman tersebut.

Ximena Ramos Salas, direktur Canadian Obesity Network lembaga yang menangani obesitas, mengatakan ia sudah banyak mendengar cerita serupa yang 'menyedihkan.'

Adie sudah melakukan hal yang benar dengan menceritakan pengalamannya karena bisa membantu melawan stereotip seputaran berat badan, lanjutnya.

"Kita hidup dalam sebuah masyarakat yang penuh dengan orang-orang yang memiliki badan lebih besar. Itu berarti kita harus mulai menyesuaikan diri dengan orang-orang yang berbobot besar," kata Ramos Salas.

"Itu artinya dunia bisnis perlu berubah, perusahaan penerbangan perlu berubah, setiap orang perlu mulai berubah."

Topik terkait

Berita terkait