Terlalu dekat dan asyik memotret, seorang turis asing digigit komodo

komodo Hak atas foto Getty Images
Image caption Ludah komodo cukup berbisa, dan gigitannya bisa berakibat fatal jika tak segera ditangani.

Seorang turis asing diserang oleh seekor komodo di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur.

Seorang penjaga taman nasional mengatakan, kejadian ini "merupakan yang pertama dalam tiga tahun terakhir."

Komodo, yang merupakan reptil khas yang hanya ada di sekitar NTT, adalah kadal purba dan yang terbesar di dunia dan memiliki gigitan berbisa, terutama ludahnya.

Korban adalah warga Singapura berusia 50 tahun bernama Lon Lee Alle, dilaporkan mengabaikan peringatan untuk tidak terlalu dekat saat mengambil gambar binatang melata itu.

Ia kemudian 'digigit di kakinya dan menderita luka cukup parah.'

Kepala Taman Nasional Komodo Sudiyono mengatakan bahwa korban sudah dalam keadaan stabil di Rumah Sakit Siloam, Labuan Bajo,

Kejadian itu berlangsung jauh dari kawasan aman yang ditentukan oleh para petugas taman nasional.

"Jadi peristiwanya di Kampung Komodo, di sekitar wilayah penduduk , yang bukan merupakan kawasan yang dianjurkan bagi pengunjung, " katanya kepada Ging Ginanjar dari BBC Indonesia.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Peristiwa itu terjadi jauh dari kawasan yang ditetapkan aman untuk wisatawan.

"Turis itu telah tinggal selama tiga hari bersama penduduk setempat untuk menghemat biaya," kata Sudiyono pula.

Ia memperingatkan, "jangan mempertaruhkan risiko keselamatan dengan tinggal bersama penduduk setempat dan menonton komodo tanpa pemandu resmi demi menghemat dompet Anda."

Setelah mengalami pertolongan pertama untuk lukanya yang penuh darah, Lon Lee Alle dilarikan dengan speed boat militer ke rumah sakit di Labuan Bajo.

Disebutkan Sudiyono, kawasan kejadian itu jauh dari wilayah pengawasan pihaknya, dan menurut keterangan yang diperolehnya, awalnya korban melihat seekor kambing yang disantap komodo.

"Kemudian ia bersemangat memotret, dan komodo lain berdatangan, karena memang begitu sifatnya, untuk menyantap kambing itu bersama-sama," katanya.

"Mungkin ia terlalu dekat memotretnya, untuk mendapat gambar yang bagus. Dan terlalu asyik, jadi tidak menyadari komodo-komodo lain yang berdatangan, dan salah satunya menggigitnya di betisnya," katanya pula.

Untunglah, katanya, ia bisa cepat meloloskan diri, dan segera dilarikan dengan speedboat ke RS SIloam di Labuan Bajo.

Kamis (4/5) siang, "Dia sedang istirahat saat saya datang. Namun menurut dokter dia stabil, dan sudah bisa diajak bicara dan bercakap normal. Walaupun masih perlu banyak istirahat," tambahnya.

Hak atas foto Science Photo Library
Image caption Komodo hidup di lima pulau yang saling berdekatan di NTT, terutama di Pulau Komodo dan Pulau Rinca.

Di lima pulau habitat komodo yang berdekatan di Nusa Tenggara Timur itu, menurutnya kini terdapat 3.012 ekor komodo, yang hidup liar.

Sejak 1974, terdapt 30 kasus serangan komodo terhadap manusia, dengan setidaknya lima korban tewas.

Sebelum ini, peristiwa terakhir terjadi pada tahun 2014, korbannya adalah petugas Taman Nasional, papar Sudiyono.

"Kejadiannya di kantor seksi Pulau Rinca. Petugas itu tak tahu bahwa ada seekor komodo yang masuk ke ruangan kantor. Dia duduk-duduk santai, dan komodo itu menggigit kakinya," Sudiyono berkisah.

Korban segera dilarikan ke rumah sakit, dan selamat.

Karenanya, Sudiyono mengingatkan, para pengunjung ke lima pulau yang dihuni komodo itu harus didampingi pemandu yang terlatih, yang disediakan oleh Taman Nasional, untuk menghindari risiko tak diinginkan.

Topik terkait

Berita terkait