Satu keluarga 'diusir' dari penerbangan Delta di Amerika Serikat

Brian Schear Hak atas foto Brian Schear
Image caption Brian Schear mengatakan kursi mereka akhirnya diberikan kepada empat penumpang dalam daftar tunggu.

Maskapai penerbangan Amerika Serikat, Delta, memicu kontroversi karena satu keluarga mengaku diusir dari pesawat setelah tidak mau memberikan kursi anaknya.

Video yang merekam insiden itu sudah dilihat lebih dari dua juta kali di YouTube.

"Ini adalah pelanggaran federal dan Anda serta istri akan dipenjara, dan anak-anak Anda akan diasuh negara," kata salah seorang awak pesawat kepada keluarga itu, seperti terdengar dalam rekaman video.

Delta Air Lines menyatakan permintaan maaf atas 'pengalaman yang disesalkan' dan akan memberi ganti rugi kepada keluarga bersangkutan.

Insiden ini menyusul pengusiran paksa Dr David Dao dari pesawat United Airlines bulan lalu, yang memicu kecaman meluas.

Rekaman video memperlihatkan dia diseret di sepanjang gang pesawat hingga menderita cedera dan belakangan tercapai kesepakatan damai antara Dr Dao dengan United Airlines namun nilai ganti ruginya tidak diungkapkan.

Hak atas foto Reuters
Image caption Dr David Dao akhirnya mencapai kesepakatan damai dengan United Airlines, yang mengusirnya secara paksa dari dalam pesawat.

Saran otorita penerbangan

Dalam insiden terbaru di pesawat Delta -penerbangan dari Maui, Hawai, ke Los Angeles- Brian Schear tampak mengajukan alasan bahwa dia membayar kursi untuk anaknya.

Sementara para awak pesawat berupaya untuk meyakinkannya agar memberi kursi karena, menurut Schear, jumlah penumpang melebihi kapasitas pesawat.

Schear mengatakan dia awalya membayar kursi untuk anaknya yang lebih tua, yang terbang dengan pesawat sebelumnya, agar anaknya yang lain mendapat kursi.

Salah seorang awak mengatakan bahwa anaknya yang lebih tua itu yang memiliki kursi tersebut sehingga anaknya yang berumur dua tahun tak boleh duduk di sana dengan menggunakan tambahan kursi anak.

Dalam rekaman video sekitar delapan menit, awak pesawat mengatakan bahwa kursi anak dilarang berdasarkan peraturan Administrasi Penerbangan Federal AS, FAA, dan anak itu harus duduk di pengkuan orang tua.

Hal yang bertentangan dengan saran Delta yang diterbitkan secara terbuka bahwa untuk anak-anak di bawah dua tahun 'disarankan untuk membeli kursi dan menggunakan kursi anak yang teruji keselamatannya.'

Delta mengatakan bahwa orang tua bisa memangku anak di bawah umur dua tahun jika memang mereka mau.

Sementara situs FAA juga 'mendesak keras' agar orang tua menempatkan anak kecil dengan kursi anak di kursinya sendiri.

Terlalu banyak penumpang

Awak pesawat juga mengancam kepada Schear bahwa 'pesawat tidak akan bergerak... kita bisa duduk di sini sepanjang makan juka memang itu yang kalian inginkan'.

Belakangan Schear sepakat untuk memangku anaknya namun para awak mengatakan mereka harus dikeluarkan dari pesawat karena 'sudah terlalu berlebihan'.

Ketika dia mengatakan tidak ada tempat untuk keluarganya -dengan dua bayi- dan juga tidak ada penerbangan lain, seorang awak pesawat terdengar mengatakan, "Kalian sekarang sendirian'.

Hak atas foto AFP/ROBYN BECK
Image caption Delta Air Lines mengatakan sudah menghubungi keluarga Schear dan siap membayar ganti rugi tambahan.

Keluarga Schear akhirnya ke luar dari pesawat dan kursi mereka digunakan oleh empat penumpang lain yang berada dalam daftar tunggu.

Kepada CBS News, Schear mengatakan, "Masalah dasarnya adalah menjual kursi terlalu banyak."

Sementara istrinya, Brittany -yang merekam video- mengungkapkan kekecewaan kepada NBC News karena mereka diancam masuk penjara.

"Jika Anda seorang ibu dan Anda punya seorang anak satu tahun dan dua tahun dan mereka mengancam akan mengambil anak Anda, terlepas dari itu memungkinkan atau tidak dan Anda tahu itu melanggar hukum, hal itu tetap saja membuat saya takut dan khawatir."

Insiden itu terjadi dalam penerbangan 23 April lalu namun baru menjadi perhatian setelah rekaman video diterbitkan di YouTube dan ditonton banyak orang.

Maka Delta, Kamis (04/05), mengeluarkan pernyataan atas insiden tersebut.

"Kami minta maaf atas pengalaman yang disesalkan oleh pelanggan kami dan kami sudah menghubungi mereka untuk mengembalikan biaya perjalanan dan memberikan tambahan ganti rugi."

"Tujuan Delta adakah bekerja sama dengan pelanggan sebagai upaya untuk menemukan jalan ke luar dalam masalah-masalah penerbangan mereka. Hal tersebut tidak terjadi dalam kasus ini dan kami minta maaf," tulis pernyataan Delta.

Berita terkait