C919, pesawat buatan Cina yang separuh harga B737 dan A320

C919 Hak atas foto AFP
Image caption Pesawat penumpang C919 dibuat oleh perusahaan negara Comac yang memulai membuat pesawat ini sejak 2008.

Pesawat penumpang pertama buatan Cina telah melakukan penerbangan perdana, yang jika sukses dipasarkan bisa menjadi pesaing serius Boeing dan Airbus.

Pesawat C919 lepas landas dari bandara Pudong, Shanghai, dan terbang selama 90 menit sebelum kembali dengan selamat ke bandara tersebut, Jumat (05/05).

Dalam penerbangan ini, pesawat hanya membawa lima pilot dan beberapa teknisi.

Menjelang penerbangan perdana, televisi pemerintah mengatakan bahwa pesawat C919 buatan Comac ini akan terbang di ketinggian 3.000 meter dengan kecepatan sekitar 300 km/jam dengan kapasitas penumpang 168 orang.

C919 oleh pemerintah Cina diharapkan akan bersaing langsung dengan Boeing 737 dan Airbus A320.

Badan usaha milik negara Comac memulai pembuatan C919 pada 2008 dan beberapa kali menunda peluncuran.

Maret lalu pilot uji, Cai Jun, memberikan wawancara dan rekamannya disiarkan sebelum C919 diterbangkan. Ia mengatakan sangat yakin dengan keandalan pesawat.

"Pilot tentunya sangat memahami kondisi pesawat. Ia tahu persis apakah pesawat akan berfungsi baik atau tidak. Jadi saya sama sekali tak khawatir," kata Cai Jun.

Masalah di uji 2016

Ia juga menyinggung uji pada akhir 2016 yang dihentikan karena ada masalah dengan sistem rem.

"Ini seperti mengendarai mobil. Saya mengerem dan pesawat goyang," katanya dan menambahkan harus berdiskusi panjang dengan para teknisi untuk membantu menyempurnakan desain pesawat.

Hak atas foto AFP
Image caption Pesawat C919 nantinya akan bersaing dengan Boeing 737 dan Airbus A320.

"Bagi tim perancang, pesawat seperti anak mereka sendiri, yang tentu mereka yakini sudah sempurna. Namun, tugas kami adalah memberi tahu bahwa anak mereka ini belum sempurna. Dan mereka harus melakukan perbaikan," katanya.

Meski dikatakan sebagai buatan dalam negeri, sistem dan komponen yang dipakai masih menggantungkan pemasok dari luar negeri.

Mesin misalnya dibeli dari CFM Internasional, perusahaan patungan Prancis dan Amerika Serikat.

Comac sudah menerima 500 pesanan dari 23 perusahaan dari maskapai penerbangan di dalam negeri. Pembeli utama adalah maskapai penerbangan China Eastern Airlines dengan harganya dilaporkan sekitar US$50 juta, atau kurang dari setengah harga Airbus A320 dan Boeing 737.

Warga Cina menyambut dengan antusias penerbangan perdana C919 seperti dipantau oleh BBC seksi Cina melalui layanan media sosial Sina Weibo.

Ambisi lama

Hak atas foto AFP
Image caption Produsen C919, Comac, mengatakan sudah ada 500 pesanan untuk membuat pesanan, yang datang dari maskapai penerbangan dalam negeri.

Banyak yang menyebut C919 sebagai awal dari masa depan industri penerbangan yang cerah, sedang lainnya menganggap pesawat ini sebagai simbol kebanggaan nasional.

Tidak ditemukan komentar-komentar yang menanyakan soal keselamatan pesawat, kata wartawan BBC seksi Cina.

Regulator keselamatan penerbangan keselamatan Eropa sudah memulai proses sertifikasi terhadap C919, langkah penting untuk masuk ke pasar internasional.

Ambisi Cina untuk membuat sendiri pesawat komersial sudah dimulai sejak 1970-an, bahkan mendapat dukungan langsung secara pribadi dari istri Mao Zedong, Jiang Qing.

Namun pesawat Y-10 yang dirakit pada akhir 1970-an dianggap tidak praktis karena bobotnya terlalu berat dan hanya ada tiga pesawat jenis tersebut yang diproduksi.

Diperkirakan nilai pasar penerbangan global mencapai US$2 triliun dalam 20 tahun ke depan.

Topik terkait

Berita terkait