Pengungsi Suriah di Kanada memberi nama bayinya Justin Trudeau

suriah Hak atas foto AFRAA BILAN
Image caption Afraa Bilan tengah menimang bayi Justin Trudeau di rumahnya di Kanada.

Ketika pasangan suami-istri, Muhammad dan Afraa Bilan tiba di Kanada pada Februari tahun lalu, mereka memulai kehidupan baru di negara yang sama sekali baru.

Berasal dari Kota Damaskus, Suriah, mereka, dan dua anaknya Naya dan Nael, tiba di Montreal, Kanada sebagai pengungsi, saat musim dingin tiba

Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau tidak hadir saat keluarga itu tiba di bandar udara setempat, seperti yang dilakukannya saat menyambut pengungsi Suriah lainnya.

Namun demikian, pasangan itu merasa harus berterima kasih kepadanya, sehingga dia memberi nama Justin Trudeau untuk bayi laki-laki mereka yang baru lahir.

Justin Trudeau Adam Bilan lahir pada Kamis di Kota Calgary, yaitu kota yang ditempati orang tuanya. Nama depannya adalah Justin Trudeau, bukan Justin.

Saat masih tinggal di Damaskus, Muhammad, sekarang berusia 29 tahun, bekerja sebagai tukang cukur. Tapi dia pernah menjadi sasaran penangkapan oleh tentara Suriah dan dirinya sempat ditahan.

Hak atas foto FACEBOOK/MUHAMMAD BILAN
Image caption Muhammad Bilan dan bayi Justin Trudeau.

Setelah dibebaskan, keluarganya mengetahui bahwa pihak berwenang mengincar dirinya lagi, dan dia kemungkinan dapat ditahan kembali.

Kesempatan untuk meninggalkan Suriah menjadi terbuka ketika mereka mengetahui bahwa Kanada mulai menerima pengungsi Suriah, setelah Trudeau mulai menjabat perdana menteri.

Bertahan selama lima tahun saat Suriah dilanda perang, mereka akhirnya meninggalkan negara porak-poranda itu menuju Kanada.

Setelah sempat tinggal di Kota Montreal, di Provinsi Quebec, keluarga itu akhirnya dipindahkan ke Kota Calgary, di Provinsi Alberta.

"Kanada jauh lebih aman, tidak ada perang," kata Afraa Bilan kepada BBC melalui telepon. "Semuanya berbeda, semuanya luar biasa - tidak seperti Suriah."

Hak atas foto FACEBOOK/SAM NAMMOURA
Image caption Justin Trudeau Adam Bilan lahir pada hari Kamis di Kota Calgary, Kanada.

Afraa mengaku "sedikit tertekan" saat tiba di Kanada, dan merasa sulit untuk menyesuaikan diri - terutama ketika menghadapi cuaca musim dingin.

Tetapi kini dia fasih berbahasa Inggris dan Muhammad bekerja paruh waktu di sebuah toko kelontong.

Mereka berharap bayi mereka, yang diberi nama Justin Trudeau, suatu hari nanti mampu meneladani sang perdana menteri.

Hak atas foto Reuters
Image caption Perdana menteri Kanada, Justin Trudeau.

"Dia pria yang sangat baik," kata Afraa. "Dia banyak membantu kami. Ini adalah ucapan terima kasih yang apa-adanya atas kebijakannya untuk membawa kami ke Kanada. Kami ingin berterima kasih kepadanya dan semua orang Kanada."

Sejak November 2015, ketika Trudeau menjadi perdana menteri, hingga Januari 2017, lebih dari 40.000 pengungsi Suriah telah dimukimkan kembali di Kanada. Sekitar 1.000 dari mereka telah dipindah ke Calgary.

Pada akhir Januari, setelah Presiden AS Donald Trump memberlakukan larangan kehadiran migran dari tujuh negara berpenduduk mayoritas Muslim, Trudeau menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk membantu pengungsi yang mengalami "penganiayaan, teror dan perang".

Di Kota Ontario pada Februari lalu, pasangan suami-istri asal Suriah juga menamai bayi mereka yang baru lahir dengan nama Justin.

Mereka melakukan itu sebagai penghormatan kepada sang perdana menteri, Justin Trudeau Adam.

Berita terkait