Komedian dituduh menista agama setelah berkomentar tentang Tuhan

stephen fry Hak atas foto PA
Image caption Komedian asal Inggris, Stephen Fry dituduh menghujat agama melalui komentarnya di sebuah acara televisi.

Seorang komedian dan pembawa acara televisi asal Inggris, Stephen Fry dilaporkan ke polisi oleh seorang penonton karena komentarnya dianggap menista.

Kepolisian di Republik Irlandia saat ini tengah menyelidiki kasus ini untuk memastikan apakah Fry dapat dijerat pasal pidana berdasarkan Undang-undang penistaan atau tidak.

Dalam sebuah acara hiburan di stasiun televisi RTE dua tahun lalu, Stephen Fry melontarkan pertanyaan mengapa dia harus "menghormati tuhan yang berubah-ubah, bodoh, berpikiran jahat, dan menciptakan dunia... penuh ketidakadilan."

Pria kelahiran 1957 ini kemudian mengatakan bahwa dia tidak "menyerang agama tertentu".

Seperti dilaporkan Surat kabar Irish Independent, tidak ada kasus dugaan penistaan agama yang diajukan ke pengadilan sebelum undang-undang tersebut disahkan pada 2009.

Karena itu, seorang sumber mengatakan "sangat tidak mungkin" tuntutan terhadap Fry akan berdampak hukum terhadap dirinya.

Muncul dalam acara show Meaning of Live di stasiun televisi RTE, yang dibawakan oleh Gay Byrne, pada Februari 2015, Fry ditanya apa yang mungkin dirinya katakan kepada Tuhan di gerbang surga.

Fry kemudian berkata: "Berani sekali Anda menciptakan dunia yang penuh kesengsaraan ini? Ini bukan kesalahan kami 'kan?... Mengapa saya harus menghormati tuhan yang berubah-ubah, bodoh, berpikiran jahat, yang menciptakan dunia yang penuh ketidakadilan dan nestapa? "

Denda

Menurut laporan surat kabar Irish Independent, seorang warga mengajukan gugatan terhadap Fry atas pernyataannya itu kepada polisi di Kota Ennis tidak lama setelah program itu disiarkan.

Sang pelapor dilaporkan tidak tersinggung atas komentar Fry, tetapi dia meyakini bahwa ucapannya telah memenuhi syarat sebagai bentuk penistaan di bawah undang-undang.

Apabila terbukti, Fry bakal mendapat hukuman maksimal berupa denda sebesar £ 22.000.

Undang-undang tersebut melarang orang untuk mengeluarkan "ucapan kasar atau menghina tentang sesuatu yang dianggap suci oleh ajaran agama manapun, sehingga menyebabkan kemarahan penganut agama tersebut".

Berbicara kepada BBC pada 2015 lalu, Fry mengatakan dirinya "benar-benar takjub" atas reaksi orang-orang di media sosial terhadap apa yang dia utarakan dalam acara tersebut.

Fry berkata: "Saya tidak berpikir bahwa saya pernah menyebut satu agama tertentu dan saya tidak berniat dan sebenarnya saya tahu, saya tidak mengatakan sesuatu yang menyinggung agama tertentu."

Juru bicara polisi setempat mengatakan kepada BBC: "Kami tidak mengomentari penyelidikan yang sedang berlangsung."

Berita terkait