Ferdinand Monoyer: Dokter Prancis, penemu bagan huruf untuk periksa mata

Hak atas foto Getty Images
Image caption Pemeriksaan mata dengan menggunakan bagan. Monoyer menciptakan tabel awal untuk pemeriksaan mata pada Abad ke-18.

Siapapun yang pernah memeriksa mata, tentu diminta untuk membaca sederetan huruf yang bermula dari besar ke kecil dan semakin sulit dibaca.

Daftar huruf untuk tes mata inilah yang ditemukan oleh Ferdinand Monoyer, dokter mata Prancis yang diperingati hari lahirnya Selasa (09/05) 181 tahun lalu dengan animasa mata cokelat dan biru Google Doodle.

Bagan ini disebut Monoyer untuk dokter mata yang lahir di Prancis pada 1836.

Hak atas foto Google Doodle

Siapakah Ferdinand Monoyer?

Ayah Monoyer adalah dokter militer Prancis yang meninggal saat ia berusia lima tahun dan ibunya berasal dari kawasan Alsace yang berbatasan dengan Jerman. Setelah ayahnya meninggal, Jeanne Monoyer menikah dengan dokter mata terkenal bernama Victor Stoeber, yang bekerja di Universitas Strasbourg, tempat Monoyer dibesarkan bersama dua adik tirinya.

Ia banyak melakukan perjalanan ke universitas-universitas di Eropa sepanjang kariernya dan mengajar di fakultas kedokteran.

Capaian terbesar Monoyer

"Ia mengembangkan dioptre, unit pemeriksaan mata yang masih digunakan saat ini," kata Google.

"Dioptre digunakan untuk mengukur jarak dari mata ke teks. Monoyer menyusun bagan mata dengan setiap baris mewakili dioptre yang berbeda dari paling kecil ke paling besar."

Ia menyelipkan namanya dalam bagan ini, bila dibaca dari bawah ke atas dari daftar kedua dari bawah di sisi kiri, akan terbaca 'Monoyer'

Dokter mata asal Belanda, Herman Snellen, juga menciptakan tabel serupa pada 1862. Versi pertama digunakan simbol abstrak dan kemudian diganti dengan huruf.

Namun bagan yang paling mutakhir dewasa ini disebut LogMAR yang dikembangkan para peneliti Australia pada 1976.

Tetapi prinsip bagan ini sama dengan yang digunakan oleh Monoyer dan Snellen.

Monoyer meninggal dunia pada 13 Juli 1912, pada usia 76 tahun dan karyawan fakultas kedokteran Universitas Lyon melakukan prosesi pemakamannya.

Kediaman Monoyer di Lyon juga dibuka untuk umum.

Topik terkait

Berita terkait