Mengapa lelaki Muslim India ini memilih menjadi pelindung sapi?

Beg
Image caption Beg mengatakan orang Muslim India sebaiknya berhenti memakan sapi.

Di sebuah jalanan sempit kota Delhi, saya kepayahan menyusul seorang lelaki Muslim paruh baya yang sedang berjalan tergesa-gesa.

Saat itu adalah hari Selasa - hari yang dipercaya banyak orang Hindu sebagai hari suci - ketika kami berjalan menuju salah satu kuil populer di sana di bawah terik matahari.

Kami sebenarnya berjalan ke arah sebuah kandang sapi di lantai dasar kuil itu.

Dilda Hussain Beg berkata bahwa dia mengunjungi kuil itu setiap Selasa, sesudah melaksanakan sholat di masjid. Tujuannya untuk menjaga lebih dari 25 ekor sapi di sana.

"Saya sudah bolak-balik ke sini dalam 10 tahun terakhir. Sapi-sapi ini adalah keluarga saya. Saya juga mengunjungi kandang-kandang sapi lain secara rutin," katanya.

Namun, Beg tidak hanya mengunjungi dan sekadar melihat sapi-sapi itu: dia juga melindunginya.

Bersama sejumlah tetangganya, Beg mendirikan sebuah organisasi bernama Muslim Gauraksha Dal (Muslim Pelindung Sapi) dan berupaya mengajak orang Muslim lainnya untuk berhenti menyantap daging sapi.

Image caption Sejumlah warga Hindu mengawasi jalanan untuk mengecek kendaraan yang membawa sapi untuk dibantai.

Di India kelompok pelindung sapi biasanya adalah orang Hindu. Mereka menarget orang Muslim. Pasalnya sapi dalam ajaran agama Hindu adalah hewan suci. Membunuh sapi bahkan ilegal di sejumlah propinsi di India. Meskipun begitu, sapi dimakan oleh sejumlah komunitas negara itu, termasuk Muslim.

Beg adalah salah satu dari sedikit orang Islam yang bekerja menjaga kandang sapi yang dimiliki orang Hindu.

"Komunitas saya sudah seringkali dituduh melakukan pembantaian sapi di India. Jika umat Muslim sendiri tidak mau melangkah maju, berhenti membantai sapi, siapa lagi yang akan mau?" katanya.

Dan Beg tidak hanya menjadi pelindung sapi di daerahnya, dia juga kerap mengadakan pelatihan di propinsi Madhya Pradesh di India Tengah kepada sejumlah komunitas di sana, untuk meningkatkan kesadaran agar tidak memakan daging sapi.

Tidak cari pamor

Beg menegaskan dirinya tidak sedang mencari popularitas.

"Saya tidak percaya dengan satu pun partai politik di sini. Orang-orang dari komunitas Islam semula mencemooh saya ketika saya minta mereka berhenti makan sapi," katanya.

Meskipun keluarga mendukung Beg. Sang istri, Shaheen Begum menyatakan ide suaminya untuk menjadi pelindung sapi amatlah mengejutkan.

"Ya, tapi saya tak membutuhkan waktu lama untuk menyatakan dukungan karena saya sendiri tidak suka makan daging sapi. Saya lebih memilih makan ayam atau ikan," ujarnya.

Image caption Memakan sapi adalah tindakan ilegal di sejumlah propinsi di India.

Namun, komentar dari saudara mereka beragam.

"Mayoritas orang di keluarga dekat saya tidak makan sapi. Ada beberapa yang bertanya-tanya mengapa suami saya mempromosikan untuk tidak makan sapi. Tapi pertanyaan semacam itu sudah jarang saya dengar," katanya.

"Beberapa kerabat menyebut Beg sedang berupaya menarik perhatian orang. Namun, mereka kemudia urung berkomentar ketika Beg mulai mempromosikan agar orang-orang memakan daging kerbau atau kambing sebagai pengganti nutrisi."

'Populisme tidak bertanggung jawab'

India saat ini sedang mengalami darurat insiden kekerasan yang terkait dengan sapi. Apalagi sejak partai nasionalis Hindu meraih tampuk pemerintahan pada 2014.

Pada tahun 2015, seorang lelaki Muslim dibunuh karena dituduh menyimpan dan memakan daging sapi. Dan itu hanya permulaan. Banyak kasus serupa di seantero India.

Partai oposisi pun mengkritik pemerintah dan mendesak Perdana Menteri Narendra Modi untuk melarang aksi kekerasan dan penegakan hukum semena-mena terkait kasus serupa. Namun, perintah perdana menteri itu terkesan tidak dihiraukan di akar rumput.

Image caption Sapi dianggap suci dalam ajaran agama Hindu.

"Orang yang menyebut dirinya pelindung sapi dan bergerak berdasarkan populisme tidak bertanggung jawab telah membunuh orang dan menyebarkan teror kepada minoritas," kata direktur Human Rights Watch Asia Selatan, Meenakshi Ganguly.

Namun, Beg yakin umat Muslim bisa mencegah situasi itu memburuk.

"Sederhana saja. Jika mayoritas masyarakat di negara saya tidak nyaman ada orang memakan sapi, lalu mengapa kita terus saja memakan sapi?"

"Kita adalah warga minoritas di sini, dan kita harus menghormati orang Hindu sebagai mayoritas. Jika mereka menganggap sapi suci, mengapa kita membunuh dan memakannya? Toh daging kerbau atau kambing boleh dimakan," pungkasnya.

Berita terkait