Hakim putuskan saudara Prince sebagai ahli waris

Prince Hak atas foto Reuters
Image caption Penyanyi Prince meninggal pada April 2016 di studionya di Paisley Park, akibat overdosis obat pereda nyeri fentanyl.

Lebih dari setahun setelah kematian musisis ternama Prince, saudara perempuannya dan lima saudara tirinya dinyatkan sebagai ahli waris yang sah.

Penyanyi Prince meninggal pada April 2016 di studionya di Paisley Park, akibat overdosis obat pereda nyeri fentanyl.

Dia tidak meninggalkan surat wasiat dan tidak memiliki anak.

Laporan menyebutkan nilai propertinya sekitar $200 juta dollar AS atau RP2,6 trilliun, meskipun separuhnya akan dipotong pajak.

Dalam proses sengketa hukum atas warisan Prince, sebanyak 45 orang telah mengajukan klaim atas kekayaan tersebut, termasuk seorang tahanan di Colorado yang tidak dapat membuktikan klaimnya sebagai anak laki-laki musisi itu.

Pada Juli tahun lalu, seorang hakim menolak klaim yang diajukan oleh 29 orang calon ahli waris, dan memerintahkan tes genetik dilakukan terhadap satu sama lain.

Aset Prince termasuk properti dan hak cipta atas karya musiknya, termasuk yang menjadi hit se[erti Let's Go Crazy dan When Doves Cry, dan materi yang belum dirilis.

Hakim distrik Kevin Eide mengatakan orang-orang yang ditolak sebagai ahli waris itu butuh menyediakan waktu untuk mengajukan banding terhadap putusan tersebut.

Keputusan hakim menetapkan saudara perempuan Prince Tyka Nelson, dan lima saudara tirinya - Sharon Nelson, Norrine Nelson, John Nelson, Omarr Baker dan Alfred Jackson - harus menunggu setahun kemudian untuk mendapatkan bagian warisan mereka.

Ikon musik itu telah membuat kesepakatan untuk membuat albumnya dapat dinikmati melalui streaming dan merencanakan rangkaian peluncuran termasuk membuat rekaman baru album Purple Rain , dua album yang berisi lagu yang belum dirilis dan dua film konser.

Berita terkait