Komplotan pencuri beranggotakan 500 orang dibongkar di Jerman

Pencurian Hak atas foto Getty Images
Image caption Anggota komplotan pencuri yang dibongkar di Jerman beranggotakan 500 orang yang kesemuanya memiliki hubungan darah atau perkawinan.

Komplotan pencuri beranggotakan 500 orang yang diduga bertanggung jawab atas 20% dari total kasus pencurian di Jerman berhasil dibongkar oleh kepolisian Muenchen.

Geng pencuri ini digambarkan seperti gurita dengan wilayah operasi tersebar di seluruh Eropa. Mereka menjadi anggota karena hubungan darah atau perkawinan.

Polisi berhasil melacak keberadaan mereka setelah tiga perempuan muda ditangkap ketika tengah berupaya membobol rumah di Muenchen pada Januari 2016.

Dari sini polisi menangkap sejumlah tersangka di Kroasia, Spanyol, dan Jerman sendiri.

Reinhold Bergmann, komisioner polisi yang menangani kejahatan terorganisir, kepada para wartawan mengatakan kelompok ini beroperasi di banyak negara Eropa termasuk Belgia, Prancis, dan Italia.

Tiga perempuan yang ditangkap di Muenchen menarik perhatian polisi karena kemahiran dan kecepatan mereka saat melakukan pencurian di kawasan Lehel.

Saat ditangkap mereka mengaku masih remaja namun kemudian polisi menemukan bahwa kartu identitas mereka palsu. Selain itu, mereka ternyata punya hubungan dengan geng pencuri di Kroasia.

Tak lama kemudian polisi menahan 20 perempuan muda di Muenchen dan komplotan yang digambarkan polisi sebagai 'manajer menengah' di Jerman barat dan 'dua pemimpin mereka' di Kroasia.

Penangkapan juga dilakukan di Spanyol.

Rumah mewah

Bergmann mengatakan komplotan ini sengaja menggunakan perempuan-perempuan muda untuk melakukan pencurian karena bisa bekerja diam-diam dan lebih kecil kemungkinannya dipenjara.

Mereka bahkan diperturkarkan di antara keluarga yang menjadi anggota komplotan.

"Mereka terpaksa melakukannya, mereka tak punya pilihan," kata Bergmann.

Polisi mengatakan sangat sulit memperkirakan kerugian yang diakibatkan oleh komplotan ini namun diduga mencapai jutaan euro.

Para pemimpin kelompok penjahat ini diketahui punya rumah-rumah mewah dengan lantai marmer di Zagreb.

Sejumlah perhiasaan, benda-benda berharga dan uang kontan ratusan ribu euro disita oleh polisi Korasia yang tengah mencoba melacak pemilik barang curian ini.

Topik terkait

Berita terkait