Korban serangan air keras di India menikah berkat 'salah sambung'

Lalita Ben Bansi Hak atas foto Shutterstock
Image caption Lalita Ben Bansi memakai gaun pengantin bersama suaminya, Ravi Shankar.

Lalita Ben Bansi, perempuan asal India yang menjadi korban serangan air keras pada 2012 lalu, merayakan pernikahannya di dekat Kota Mumbai pekan ini.

"Siapa yang mengira bahwa setelah serangan air keras dan 17 operasi, saya bisa menemukan cinta. Namun, ini terjadi," ujar Lalita kepada harian Hindustan Times.

Lalita, yang kini berusia 26 tahun, disiram air keras oleh kerabatnya pada 2012 lalu. Akibatnya, sebagian tubuh dan wajahnya rusak.

Setelah insiden itu, Lalita menjalani perawatan baik medis maupun psikologis, dengan mendatangi pertemuan sesama korban serangan air keras.

Perjumpaan Lalita dengan suaminya, Ravi Shankar, diawali dengan salah sambung ketika menelepon.

"Saya menyukainya sejak permulaan," kata Shankar, pria berusia 27 tahun yang bekerja di sebuah perusahaan kamera pengawas atau CCTV.

Acara pernikahan kedua mempelai dihadiri sejumlah bintang Bollywood, termasuk aktor Vivek Oberoi, yang berkenalan dengan Lalita dalam sebuah pertemuan korban serangan air keras.

Oberoi menyebut Lalita sebagai "pahlawan yang sebenarnya". Untuk mempelai pria, Oberoi menyanjungnya karena bisa menerima Lalita apa adanya.

Di India, serangan air keras terjadi rata-rata 1.000 kali per tahun. Namun, diperkirakan ada sejumlah insiden yang tidak dilaporkan.

Topik terkait

Berita terkait