Selidiki pabrik sepatu putri presiden AS, aktivis Cina ditahan

Deng Gulian Hak atas foto Deng Gulian
Image caption Istri dari Deng Gulian mengaku kehilangan kontak sejak 28 Mei dan beberapa hari kemudian polisi memberitahu ia ditahan.

Seorang aktivis Cina ditahan ketika menyelidiki dugaan pelanggaran hak-hak buruh di pabrik sepatu yang memasok sepatu untuk merek Ivanka Trump, putri presiden Amerika Serikat.

Hua Haifeng melakukan penyelidikan untuk organisasi yang berkantor di Amerika Serikat, China Labor Watch (CLW). Menurut CLW, Hua telah menemukan kerja lembur yang dipaksakan dan pelanggaran pembayaran upah.

Seain Hua Haifeng yang ditahan, menurut CLW, dua aktivis lainnya juga hilang, yaitu Li Zhao dan Su Heng yang menyamar bekerja di pabrik-pabrik milik Huajian di Dongguan, Provinsi Guangdong dan Ganzhou.

CLW mengatakan Hua ditahan di Provinsi Jiangxi karena dicurigai menggunakan peralatan menguping secara ilegal namun -seperti ditegaskan CLW- tuduhan itu 'tak memiliki dasar faktual'.

Direktur eksekutif CLW, Li Qiang, mengatakan kepada BBC bahwa perusahaan sepatu Huajian Group yang diselidiki Hua Haifeng telah 'melakukan pelanggaran hak-hak pekerja dalam bentuk-bentuk: pemaksaan kerja lembur, upah di bawah upah minimum di Cina, pelecehan secara verbal kepada pekerja, dan pelanggaran hak-hak perempuan.'

Hak atas foto Getty Images
Image caption Sepatu Ivanka Trump buatan Cina diyakini merupakan bagian dari produk yang dibuat di pabrik yang diselidiki oleh aktivis.

Istri Hua mengatakan kepada BBC bahwa ia kehilangan kontak dengannya pada 28 Mei, tetapi pada Selasa kemarin (30/05) polisi menghunbunginya untuk memberitahu bahwa Hua ditahan.

"Saya terkejut dan ketakutan," tutur Deng Guilian.

"Saya hanya tahu suami saya menyelidiki pabrik di Ganzhou, Provinsi Jiangxi. Pabrik itu membuat produk untum putri presiden Amerika Serikat," tambahnya.

Pabrik itu, kata China Labor Watch, diketahui juga memproduksi barang-barang untuk merek-merek terkenal lain, termasuk Karl Lagerfeld, Coach, dan Nine West.

CLW menyerukan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memberikan tekanan bagi pembebasan Hua.

Amnesty International menuntut pembebasan tiga aktivis tersebut dan mengatakan dua aktivis yang hilang dikhawatirkan juga ditahan.

Penangkapan aktivis dan pengacara hak asasi manusia sudah sering dilakukan di Cina, sementara para advokat ditakut-takuti, ditangkap atau dihukum.

Topik terkait

Berita terkait