Uji DNA atas dokter yang menggunakan spermanya untuk IVF

IVF Hak atas foto SCIENCE PHOTO LIBRARY
Image caption Dr Jan Karbaat dituduh diam-diam menggunakan spermanya sendiri dan bukan yang diminta para calon ibu.

Pengadilan di Belanda memutuskan uji DNA harus dilakukan atas barang-barang milik seorang mendiang dokter yang dulu mengelola klinik kelahiran.

Gugatan hukum tersebut diajukan oleh sekelompok anak yang lahir dengan menggunakan bantuan klinik Dr Jan Karbaat.

Namun diduga Karbaat merupakan ayah biologis mereka karena dia menggunakan spermanya dalam layanan perawatan IVF tau bayi tabung, jadi bukan sperma yang diminta para ibu mereka.

Wartawan BBC di Rotterdam, Anna Holligan, melaporkan sorak sorai gembira terdengar dari barisan keluarga yang hadir di pengadilan saat hakim membacakan vonis yang berpihak pada mereka.

Karbaat, yang meninggal April lalu pada usia 89 tahun, diduga secara diam-diam menjadi ayah dari sekitar 60 anak.

Penasehat hukum yang mewakili keluarganya menegaskan tidak ada bukti atas gugatan tersebut.

Hak atas foto PA
Image caption Sejak membuka kliniknya tahun 1980, Dr Karbaat diperkirakan membantu kelahiran 10.000 anak.

Namun kini akan dilakukan uji DNA atas barang-barang yang disita dari rumah Karbaat tak lama setelah dia meninggal dunia, seperti gosok gigi maupun gunting bulu hidung.

Bagaimanapun hasilnya akan tetap dirahasiakan sampai keluarga penggugat bisa memperlihatkan alasan bahwa dokter itu kemungkinan memang ayah biologis dari yang bersangkutan.

Jika memang profil DNA cocok, bisa jadi para 'anak-anaknya' akan menggugat lebih lanjut dengan alasan, antara lain, bahwa mereka seharusnya tidak eksis.

Dalam sidang bulan lalu, pengadara untuk 23 orang tua dan anak mengatakan bahwa kasusnya antara lain mencakup anak dengan mata coklat padahal donor sperma seharusnya bermata biru dan seorang anak yang secara fisik mirip tergugat.

Dr Karbaat mengelola klinik perawatan IVF sejak tahun 1980 hingga ditutup pada 2009 karena ditemukan dugaan penyimpangan di klinik yang berada di Barendrecht, dekat Rotterdam.

Dengan menjuluki diri sebagai 'pelopor dalam bidang kesuburan', dia diperkirakan membantu kelahiran 10.000 anak lewat kliniknya.

Topik terkait

Berita terkait