Kanker dan 'kesamaan' antara Julia Perez dan Angelina Jolie

Julia Perez Hak atas foto Tribunnews
Image caption Julia Perez meninggal dunia setelah tiga tahun berjuang melawan kanker serviks.

Kematian penyanyi dangdut Indonesia, Julia Perez, setelah tiga tahun berjuang melawan kanker serviks, membuat pencarian di Google tentang penyakit langsung meroket.

Data memperlihatkan pada hari Sabtu (10/06), hari ketika Julia Perez menghembuskan nafasnya yang terakhir, pencarian tentang kanker di Google menembus lebih dari 200.000 penelusuran, menjadikannya istilah pencarian yang paling populer.

Warga mencari informasi tentang penyakit ini dengan menuliskan kata pencarian: penyebab kanker serviks, gejala kanker serviks, dan apa itu kanker serviks. Selain soal kanker serviks, warga juga mencari informasi soal Julia Perez dengan kata kunci: berita terkini Jupe (panggilan Julia Perez), Jupe sekarang dan RIP Jupe.

Sesuai dengan namanya, kanker serviks adalah kanker yang muncul pada leher rahim wanita.

Situs kesehatan alodokter.com menulis bahwa semua wanita dari berbagai usia berisiko menderita kanker serviks. Pada tahap awal, kanker serviks biasanya tidak memiliki gejala. Gejala kanker serviks yang paling umum adalah pendarahan pada vagina yang terjadi setelah berhubungan seks, di luar masa menstruasi, atau setelah menopause.

Meski terjadi pendarahan, belum berarti terkena kanker serviks. Untuk memastikan segera tanyakan ke dokter, kata penulis di situs alodokter.com.

Dokter Andrijono, ketua Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia, kepada BBC Indonesia mengatakan kanker serviks adalah 'pembunuh kaum perempuan' kedua di Indonesia setelah kanker payudara. Jumlah perempuan yang meninggal dunia akibat kanker serviks di Indonesia mencapai rata-rata 33 orang setiap hari.

Untuk menangkalnya, Andrijono sangat menyarankan vaksinasi HPV sejak dini.

Efek Angelina Jolie

Hak atas foto Getty Images
Image caption Angelina Jolie menjalani prosedur mastektomi ganda pada 2013 untuk mengurangi kanker payudara.

Naiknya pencarian informasi tentang kanker serviks setelah meninggalnya Julia Perez ini bisa jadi menguatkan apa yang disebut sebagai 'efek Jolie'.

Pada Mei 2013 aktris Hollywood Angelina Jolie menjalani operasi pengangkatan payudara setelah menemukan mutasi gen yang meningkatkan secara signifikan kemungkinannya terkena kanker payudara.

Bagi keluarga Jolie, kanker bukan penyakit yang asing karena ibu, nenek dan bibinya semuanya meninggal dunia karena penyakit ini.

Para ahli di Austria mengatakan bahwa keputusan Jolie tersebut meningkatkan pemahaman dan kesadaran publik tentang kanker payudara dan prosedur untuk mencegah atau mengatasi penyakit ini.

Mereka mengatakan peliputan media bisa menjadi kampanye kesehatan yang efektif.

Sudah sejak lama ikon budaya pop mempengaruhi tren busana dan pola makan.

Dan apa yang dilakukan Jolie membuktikan bahwa ikon budaya pop juga mempengaruhi keputusan yang terkait dengan kesehatan, kata pakar di Harvard Medical School.

Topik terkait

Berita terkait