Pemain basket kontroversial Dennis Rodman berkunjung lagi ke Korut

Dennis Rodman, Beijing, basket, Korea Utara Hak atas foto Reuters
Image caption Dennis Rodman dikerubungi para wartawan di Bandara Beijing dalam perjalanan menuju ke Korea Utara.

Mantan bintang bola basket Amerika Serikat dan mantan pemain NBA, Dennis Rodman, kembali berkunjung ke Korea Utara dalam kapasitas pribadi.

"Saya hanya berupaya membuka pintu" katanya kepada para wartawan di Bandara Beijing dalam perjalanan menuju Pyongyang, Selasa (13/06).

Dia menjadi berita karena berteman dengan pemimpin Korut, Kim Jong-un dalam kunjungan sebelumnya ke negara tersebut tahun 2013 dan 2014.

Rodman pernah menyebut Kim sebagai 'teman seumur hidup. kunjungan terbarunya ini, tambahnya, untuk kepentingan olah raga.

"Tujuan saya adalah untuk melihat apakah saya tetap bisa membawa olah raga ke Korea Utara. Itulah yang utama."

Masih tidak jelas apakah dia juga akan mengangkat masalah penahanan warga Amerika Serikat di negara itu dalam kunjungannya.

Hak atas foto KCNA
Image caption Rodman bersama Kim Jong-un, yang disebutnya 'teman seumur hidup', dalam kunjungan tahun 2014 lalu.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan mereka sudah mengetahui kunjungan Rodman ke negara yang menutup diri tersebut.

"Kami harap dia baik-baik. Namun kami sudah mengeluarkan peringatakan perjalanan kepada warga Amerika Serikat dan menyarankan tidak melakukan perjalanan ke Korea Utara demi keselamatan mereka sendiri," kata pejabat tinggi Kementrian Luar Negeri AS, Thomas Shannon, kepada kantor berita Reuters.

Hubungan Amerika Serikat dan Korea Utara semakin menegang di bawah pemerintah Presiden Donald Trump, yang mengatakan dia khawatir 'konflik, konflik besar' akan pecah antara kedua negara.

Namun Trump juga mengatakan dia akan 'merasa terhormat' jika bertemu dengan Kim dalam kondisi yang tepat.

Ketika ditanya tentang kunjungan Rodman ke Korea Utara pada tahun 2013 lalu, Trump mengatakan mantan bintang basket itu 'pintar.'

Hak atas foto KCNA
Image caption Kunjungan pertama Rodman Korea Utara pada Februari 2013 lalu.

Saat berada di Bandara Beijing untuk kunjungan terbarunya, Rodman mengatakan kepada para wartawan, "Saya yakin bahwa dia (Trump) senang dengan kenyataan bahwa saya berada di sini untuk berupaya menuntaskan sesuatu yang dibutuhkan kedua pihak."

Dalam pesan Twitter-nya, Rodman mengatakan kunjungan terbarunya disponsori oleh sebuah perusahaan yang menyediakan mata uang digital untuk industri ganja. Dia menggunakan kaus dengan merek perusahaan itu di Bandara Beijing.

Sedangkan kunjungan sebelumnya disponsori oleh sebuah perusahaan judi.

Topik terkait

Berita terkait