Derita patung putri duyung HC Anderson di Denmark, dipenggal hingga diledakkan

Patung Putri Duyung Hak atas foto Getty Images
Image caption Patung Little Mermaid atau putri duyung di Kopenhagen disemprot cat berwarna biru dan putih oleh para pengunjuk rasa dalam aksi vandalisme terbaru.

Masyarakat Kopenhagen, Denmark, dikejutkan dengan kabar bahwa Little Mermaid - patung yang paling terkenal di ibu kota Denmark itu - disemprot cat berwarna biru dan putih.

Pemandangan ini kurang elok untuk patung elegan, yang nampak sendu memandang ke arah lautan sejak 1913.

Namun, ini bukan kali pertama patung putri duyung itu mendapat perlakuan buruk.

Bagian kepala patung Little Mermaid ini telah dipenggal (dua kali), dicopot bagian lengannya, dan pernah dihancurkan.

Penderitaan sang putri duyung tidak sampai di situ, foto patung itu bahkan dilarang terbit di Facebook karena melanggar aturan terkait foto telanjang.

Jadi bagaimana cerita patung ikonik yang paling terkenal di dunia ini bisa menjadi bulan-bulanan aksi vandalisme dan protes?

Dihancurkan, dipenggal dan masih bertahan

Pematung Edvard Eriksen tentu tidak bisa membayangkan apa yang menimpa patung yang terinspirasi oleh dongeng Hans Christian Anderson, saat dia memahatnya pada 1909.

Empat tahun kemudian, patung perunggu seberat 175kg itu dihadiahkan kepada kota Kopenhagen dan diputuskan untuk ditempatkan di Dermaga Langelinje, memandangi pelabuhan dan kapal-kapalnya.

Selama setengah abad berikutnya, patung tersebut baik-baik saja.

Tapi kemudian, pada April 1964, Little Mermaid diserang untuk pertama kali. Bagian kepalanya dipenggal dengan gergaji besi.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Seorang pria mencari bagian kepala Little Mermaid di air setelah dipenggal pada tahun 1964.

Bagian kepala patung ini serta pelaku penyerangan keji ini hilang di malam hari dan tidak pernah terlihat lagi.

Lebih dari tiga dasawarsa kemudian, tepatnya pada 1997, seniman Jorgen Nash mengatakan bahwa dialah yang berada di belakang aksi pemenggalan kepala patung itu. Ia mengklaim peristiwa itu terjadi saat dia dalam keadaan marah setelah kekasihnya meninggalkannya.

Namun, ia bukan satu-satunya orang yang mengaku melakukan kejahatan tersebut. Patung Little Mermaid merupakan patung Denmark yang paling terkenal - setara dengan Patung Liberty di New York - dan banyak orang yang rela disalahkan untuk 'pembunuhan' patung tersebut agar menjadi pusat perhatian.

Tapi di saat semua orang rela disalahkan, 20 tahun sebelumnya ada seseorang yang begitu berani merusak patung itu.

Kali ini, bagian lengannya dicopot. Tapi ini bukan protes politik. Sebaliknya, ada dua pemuda yang pura-pura mabuk dan dengan malu-malu mengembalikan bagian tangan dua hari kemudian.

Hak atas foto AFP
Image caption Bagian lengan putri duyung hilang pada tahun 1984 - tapi dikembalikan beberapa hari kemudian.

Enam tahun setelahnya, ada upaya lain untuk mencopot kepala patung Little Mermaid yang sudah diganti dengan yang baru. Upaya itu memang tidak berhasil, namun meninggalkan bekas "luka" di bagian lehernya.

Lalu, pada 1998, untuk yang ketiga kalinya seseorang berupaya untuk memenggal kepala patung tersebut. Seperti pada tahun 1964, pelaku berhasil lolos membawa bagian kepalanya.

Pemenggalan patung putri duyung ini tidak dianggap remeh. Tim reserse yang biasa menangani kasus pembunuhan pun dibentuk untuk berupaya memecahkan misteri tersebut.

Sepertinya mereka mungkin bisa menemukan pelakunya dengan mudah. Dalam beberapa hari, Fraksi Radikal Feminis yang sebelumnya tidak pernah terdengar, mengatakan bahwa mereka telah melakukannya untuk "menciptakan simbol impian bagi pria misoginis dan selalu berpikir tentang seks berupa perempuan yang bertubuh tapi tanpa kepala".

Tapi kepolisian Denmark tidak yakin, dan seperti pada insiden pemenggalan-pemenggalan sebelumnya, identitas perusak patung tetap menjadi misteri.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Patung Little Mermaid mengalami perlakuan buruk selama bertahun-tahun.

Namun, bagian kepala itu dikembalikan, ditinggalkan di luar sebuah pusat televisi Denmark tanpa ada pesan apapun - dan dikembalikan ke tempatnya saat seseorang meledakkannya lima tahun kemudian.

Pada bulan September 2003, di usianya yang ke-90 tahun, patung putri duyung itu ditemukan mengambang menghadap ke bawah di pelabuhan.

Kali ini serangan tersebut dikabarkan dilakukan oleh para demonstran anti-perang, yang marah atas keterlibatan Denmark di Irak.

Tapi sekali lagi, terlepas dari upaya tim penyelidik untuk menemukan identitas pelaku, siapa mereka persisnya - dan apa motifnya - tetap menjadi misteri.

Hak atas foto EPA
Image caption Dalam beberapa tahun terakhir, bagian tubuh dari patung Little Mermaid masih lengkap, namun ia terbiasa di car baru-baru ini.

Selama 14 tahun terakhir, patung tersebut berhasil mempertahankan dirinya sebagai satu kesatuan yang utuh. Namun, ia pernah mengenakan burqa, memegang mainan seks dan pernah disemprot cat - sebanyak dua kali pada tahun ini saja.

Setidaknya motif perusakan menjadi lebih jelas dalam beberapa tahun terakhir, misalnya ketika patung itu mengenakan burqa, ternyata itu merupakan bentuk protes terhadap Turki yang bergabung dengan Uni Eropa. Kemudian dua minggu yang lalu patung itu disemprot cat berwarna merah sebagai ungkapan protes penangkapan ikan paus di Kepulauan Faroe.

Tindakan perusakan terbaru ini disertai dengan kata-kata "Before (sic) Abdulle", atau "Bebaskan Abdulle".

Belum diketahui jelas, namun tampaknya merujuk pada kasus Abdulle Ahmed yang berusia 36 tahun, seorang warga Somalia yang dirawat lebih dari satu dasawarsa di sebuah rumah sakit jiwa Denmark, yang diduga terpaksa minum obat karena melaporkan pelanggaran yang dilakukan para perawat.

Apakah ini akan menjadi yang terakhir? Tampaknya mustahil, karena membuat pernyataan politik lebih efektif bila dilakukan di salah satu tempat wisata utama di kota itu.

Tapi wali kota Kopenhagen yang mengurusi bagian kebudayaan, Carl Christian Ebbesen, memiliki saran sederhana agar perusakan itu bisa dicegah di masa yang akan datang: menggunakan kamera pengawas.

"Saya yakin bahwa kamera pengawas dapat membantu untuk mencegah dan mengumpulkan bukti, jika hal itu terjadi lagi," katanya kepada situs berita Denmark DR.dk (dalam bahasa Denmark).

Topik terkait

Berita terkait