Amish Tripathi yang disebut 'Tolkien-nya mitologi Hindu'

Hak atas foto COURTESY: AMISH TRIPATHI
Image caption Tripathi dibayar US$1 juta atau Rp13,2 miliar untuk menulis buku-bukunya.

Amish Tripathi sering disebut-sebut sebagai JRR Tolkien-nya India dan Paulo Coelho-nya Asia untuk merujuk kepada kedua penulis terkenal dunia itu karena keberhasilan karya-karyanya.

Bahkan dia diperkirakan memiliki penggemar lebih banyak dibanding dengan JRR Tolkien penulis The Lord of the Rings dan Coelho penulis novel The Alchemist.

Penulis paling laku India ini baru saja mengeluarkan buku kelimanya yang banyak ditunggu-tunggu: Sita: Warrior of Mithila.

Karya terbarunya menceritakan kembali kehidupan dewi Hindu dari cerita Ramayana.

Mantan bankir yang telah menerbitkan empat juta buku ini, dipandang berhasil menjadikan dongeng dari berabad-abad lalu menjadi fiksi modern yang laku di pasar. Dia salah satu pengarang warga India yang menulis dalam bahasa Inggris, yang paling laku karyanya.

Hak atas foto COURTESY: AMISH TRIPATHI

Ditulis di kursi belakang mobil

Saya sendiri pertama kali mengetahui Tripathi pada tahun 2010, beberapa hari setelah buku pertamanya The Immortals of Meluha pertama kali diterbitkan. Karyanya ini adalah bagian pertama dari trilogi berdasarkan Shiva, salah satu dewa paling penting Hindu.

Tulisannya ini adalah campuran dari mitos dan sejarah. Sulit untuk berhenti membaca buku ini karena begitu mencekam ceritanya.

Tetapi pada saat yang sama, tulisan ini membicarakan agama dan filsafat, pertarungan abadi antara kebaikan dan keburukan, kejahatan dan dilema moral yang biasanya memang ada di dalam perdebatan seperti ini.

Tripathi memerlukan waktu lima tahun untuk merampungkan buku yang dirinya tulis, hampir semuanya, saat duduk di kursi belakang mobil, dalam perjalanan ke tempat kerja dan pulang ke rumah.

"Setelah selesai di tahun 2008, saya menghubungi hampir semua penerbit, besar, dan kecil, tetapi semua orang menolaknya," kata penulis yang tinggal di Mumbai ini.

Hak atas foto COURTESY: AMISH TRIPATHI
Image caption Trilogi Shiva laku terjual lebih dari 2,75 juta buku.

Menerbitkan sendiri

Itulah saatnya dia memutuskan untuk menerbitkan sendiri.

Istrinya muncul dengan ide cerdas mempromosikannya, dengan menerbitkan bab pertama dalam bentuk buku kecil dan ditempatkan di dekat kasir toko buku, dua minggu sebelum peluncuran.

Dengan cara itu, pembeli didorong untuk mengambil buku kecil tersebut dengan gratis.

Pada minggu pertama peluncuran, Meluha langsung masuk dalam daftar buku terlaris karena orang yang sudah membaca bab satu ternyata mengunjungi kembali toko buku untuk mendapatkan sambungan ceritanya.

Buku kedua dan ketiga trilogi Shiva, The Secret of the Nagas dan the Oath of the Vayuptras, yang diterbitkan pada tahun 2011 dan 2013 juga laku keras. Lebih dari 2,75 juta buku laku terjual.

Keberhasilan trilogi ini mengubah nasibnya: menurut sejumlah laporan Tripathi dibayar US$1 juta atau Rp13,2 miliar untuk seri berikutnya.

Topik terkait

Berita terkait