Perusahaan kereta India rekrut transgender: “Saya tidak perlu dikasihani”

Jasmine Hak atas foto Jasmine
Image caption Jasmine, salah satu pegawai transgender di perusahaan kereta Kochi, mengaku 'Hidup saya telah berubah'

Sebuah rekaman video yang menampilkan sejumlah pegawai transgender yang direkrut perusahaan kereta India telah disaksikan lebih dari satu juta kali melalui Facebook.

"Apakah Anda terkejut melihat saya? Berpakaian seperti ini? Dalam seragam ini?" tanya salah seorang pegawai transgender.

"Saat Anda melihat saya hari ini, saya tidak ingin Anda melihat saya sebagai seseorang yang perlu dikasihani," cetus seorang pegawai transgender lainnya.

Pernyataan dua dari 16 pegawai transgender itu ditampilkan dalam sebuah rekaman video berdurasi 32 detik. Sampai Senin (26/06), video itu telah ditonton 1,6 juta kali dan dibagikan 32 ribu kali.

Pemerintah Negara Bagian Kerala di bagian selatan India mengunggah video tersebut setelah sejumlah pegawai transgender direkrut oleh perusahaan kereta api di Kota Kochi. Menurut rencana, akan ada sebanyak 60 transgender yang dipekerjakan mengingat jaringan kereta api terus berkembang.

Hak atas foto Kerala Information
Image caption Pemerintah Negara Bagian Kerala di bagian selatan India mengunggah video tersebut setelah para transgender direkrut oleh perusahaan kereta api di Kota Kochi.

Kaum transgender di India mengaku mengalami diskriminasi dan aksi kekerasan sehingga sulit bagi mereka untuk mendapat pekerjaan, walau Mahkamah Agung India pada 2014 telah menetapkan bahwa kaum transgender memiliki hak setara dengan warga lainnya. Berdasarkan sebuah perkiraan, ada sekitar dua juta kaum transgender di India.

"Hidup saya telah berubah. Saya sekarang seperti orang-orang lainnya. Orang tua saya bahagia. Saya merasa menjadi manusia yang normal," kata Jasmine, salah seorang pegawai transgender, kepada BBC.

Salah seorang karyawan transgender lainnya mengaku tidak cepat merasa puas.

"Saya menikmati pekerjaannya, tapi saya belum gembira sepenuhnya. Saya telah mengikuti kursus manajemen hotel dan saya berharap mendapat posisi manajemen yang lebih tinggi di perusahaan kereta Kochi," kata Neena.

Hak atas foto Kochi Metro Twitter
Image caption Perdana Menteri India, Narendra Modi, meresmikan layanan kereta Kochi.

Juru bicara perusahaan kereta api Kochi, Reshmi CR, mengatakan keputusan untuk memperkerjakan transgender didorong oleh beragam laporan tahun lalu mengenai aksi kekerasan yang menimpa kaum waria. Para korban mengeluh bahwa tipisnya peluang mencari kerja mendorong mereka untuk mengemis.

"Pejabat kota mendatangi kami dan menjelaskan bahwa jika mereka tidak dipekerjakan, mereka akan terlibat dalam masalah," kata direktur pelaksana perusahaan kereta api Kochi, Elias George, kepada BBC.

"Sejak direkrut, kami mengalami kesuksesan. Mereka bekerja dengan bagus. Kini kami mendapat banyak pertanyaan dari perusahaan-perusahaan lain tentang merekrut karyawan transgender," tambah George.

Setelah video tentang karyawan transgender diunggah pemerintah Negara Bagian Kerala, komentar-komentar kritis bermunculan. Meski demikian, sebagian besar komentar bernada dukungan dan dorongan.

"Setiap negara bagian di India harus melihat bagaimana kerja Kerala..Inisiatif yang hebat," tulis salah seorang pengguna Facebook.

Lainnya berkomentar: "Langkah yang sangat berani. Mereka adalah warga negara kita dan pemerintah harus mendukung mereka agar bisa hidup bermartabat."

Blog karya Vineet Khare

Topik terkait

Berita terkait