Bagaimana JK Rowling 'melahirkan' petualangan Harry Potter?

Buku Harry Potter Hak atas foto PA
Image caption Awalnya sebagian besar agen menolak menerbitkan kisah petualangan penyihir Harry Potter.

Tanggal 26 Juni bagi para penggemar Harry Potter adalah tanggal istimewa karena pada tanggal tersebut, buku kesatu Harry Potter, yang diberi judul Harry Potter and the Philosopher's Stone untuk pertama kalinya diterbitkan.

Dan tahun ini lebih istimewa lagi karena menandai 20 tahun penerbitan Harry Potter and the Philosopher's Stone. Sejak itu, kisah petualangan penyihir Harry Potter tertuang dalam tujuh buku, film, dan drama panggung, menjadikannya salah satu buku dan film paling laris dalam dua dekade terakhir.

Data menunjukkan buku Harry Potter telah terjual lebih dari 450 juta kopi di seluruh dunia. Kesuksesan ini membuat sang penulis, JK Rowling, menjadi salah satu orang terkaya di Inggris.

Tapi bagaimana Rowling 'melahirkan' Harry Potter?

Rowling mendapat inspirasi menulis kisah Potter ketika keretanya mengalami keterlambatan keberangkatan dari Manchester ke stasiun King's Cross di London pada 1990. Selama lima tahun berikutnya ia menulis cerita Potter yang sebagian besar dituangkan di ribuan lembar kertas.

Ini karena ia menulis draf naskah cerita dengan tulisan tangan.

Saat pindah ke Edinburgh pada 1993, Rowling sudah menyelesaikan tiga bab pertama Harry Potter and the Philosopher's Stone in her suitcase. Pada tahap ini, ia melahirkan anak perempuannya, Jessica.

Di sela-sela mengasuh Jessica ia menyempatkan diri menulis Potter, banyak di antaranya dilakukan di kafe-kafe di Edinburgh.

"Sangat sepi menulis sendiri di rumah... dengan berada di kafe, kita akan merasa di antara orang-orang, seperti merasa punya teman," kata Rowling.

Hidup dari tunjangan negara

Saat itu adalah masa-masa yang sulit baginya. Begitu sulit sehingga ia hidup bergantung dengan uang tunjangan negara.

Keadaan tak berubah cepat karena hampir semua agen yang ia kontak awalnya menolak untuk membantu penerbitan Potter.

"Banyak, banyak sekali yang menolak naskah Harry Potter," kenang Rowling.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Harry Potter mengantarkan JK Rowling sebagai salah satu orang terkaya di Inggris.

Untunglah, satu di antaranya bersedia membantu. Agen ini mengantarkan naskah ke penerbit Bloomsbury dan pada 26 Juni 1997, novel pertama Harry Potter resmi dijual di berbagai toko buku di Inggris.

"Rasanya sungguh bahagia melihat buku Harry Potter... ini adalah salah satu momen terbaik dalam kehidupan saya," kata Rowling dengan mata berbinar dalam wawancara dengan BBC.

Buku pertama ini langsung menempati posisi teratas daftar buku laris, prestasi yang kemudian diikuti oleh enam buku berikutnya, mulai dari Chamber of Secret hingga Deathly Hallows.

Daya tarik Harry Potter antara lain karena kepiawaian Rowling mengolah jalan cerita atau plot yang selalu saja mengejutkan. Penggemar setia Harry Potter -yang merasa mengenal betul tokoh-tokoh di seri tersebut- tetap saja dibuat tercengang dengan kejutan di akhir cerita setiap buku.

Ini bukan sesuatu yang mengejutkan sebenarnya kalau melihat latar belakang Rowling.

Ia menulis sejak belia dan bahkan sudah menyelesaikan novel pada usia 11 tahun. "Kuncinya adalah rajin menulis, jangan bosan, dan terus mengasah kemampuan," katanya.

Meski Harry Potter sangat sukses, Rowling sudah berkali-kali menegaskan tidak akan ada lagi seri baru penyihir berkacamata tersebut.

Topik terkait

Berita terkait