Di Filipina lagu kebangsaan harus dinyanyikan secara bersemangat

Lagu kebangsaan Filipina Hak atas foto AFP
Image caption Lagu kebangsaan Filipina harus dinyanyikan secara bersemangat, jika tidak terbuka kemungkinan membayar denda maksimal Rp74,3 juta.

Pemerintah Filipina mewajibkan lagu kebangsaan, Lupang Hinirang, dinyanyikan secara bersemangat.

Mereka yang melanggar ketentuan ini mengadapi denda antara US$2.800 hingga US$5.590 atau sekitar Rp hingga Rp32,7 juta hingga Rp74,3 juta.

Aturan ini terncantum dalam rancangan undang-undang (RUU) tentang lambang negara dan lagu kebangsaan yang telah disetujui parlemen dan sekarang dibawa ke Senat untuk mendapat lampu hijau, sebelum diterapkan secara resmi.

Selain soal cara menyanyikannya, RUU juga menetapkan musik resmi yang harus dipatuhi ketika lagu kebangsaan ini dimainkan.

Secara khusus dinyatakan bahwa setiap orang harus berdiri ketika lagu kebangsaan dinyanyikan atau dimainkan dan anak-anak sekolah harus bisa menghafalkan liriknya.

Pihak-pihak yang dinyatakan melanggar aturan, akan diumumkan secara terbuka di koran-koran nasional.

"Orang-orang yang melanggar aturan atau menghina lagu kebangsaan harus dihukum," demikian isi RUU tersebut.

Salah seorang anggota parlemen yang menyusun RUU, Maximo Rodriguez Jr, mengatakan ketika lagu kebangsaan dimainkan di bioskop banyak pengunjung yang tidak memberikan penghormatan secara semestinya.

"Lagu kebangsaan adalah cermin dari aspirasi, mimpi, ideologi, komitmen, nasionalisme, dan patriotisme rakyat," kata Maximo Rodriguez Jr.

Topik terkait

Berita terkait