Al Muhajirun, kelompok yang mungkin paling berbahaya di Inggris

Al Muhajirun Hak atas foto Reuters
Image caption Al Muhajirun didirikan oleh pendakwah kelahiran Suriah bernama Omar Bakri Muhammad.

Seorang pria dengan jubah putih berdiri di ujung aula dan berbicara di depan para pendukung Al Muhajirun.

"Ketika (PM Inggris) Tony Blair dan (Presiden Amerika Serikat) George Bush mengatakan: Apakah Anda bersama kami atau bersama mereka, apa jawaban kita?" tanyanya.

Ia mengambil jeda sejenak.

"Kami tak bersama Anda, kami bersama... teroris." Hadirin menyelesaikan kalimatnya, disertai teriakan 'Allahu akbar', Allah Mahabesar, yang memenuhi seluruh ruangan.

Kejadian ini berlangsung pada April 2004 dan saya -bersama seorang juru kamera- diundang untuk hadir di pertemuan Al Muhajirun di Bethnal Green, di London timur. Tujuan kami ketika itu adalah membuat program dokumenter tentang Simon Keeler, warga Inggris yang masuk Islam.

Pembicara berikutnya adalah Abu Uzair, yang memiliki nama asli Sajid Sharif, yang pandangannya tidak kalah ekstrem.

Topiknya adalah salah satu yang paling favorit di kalangan pendukung Al Muhajirun, serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat.

"Saat dua pesawat secara luar biasa menabrak gedung, orang-orang mengatakan itu sangat kejam. Tapi sebenarnya, orang-orang yang mengatakan kejam adalah golongan yang bodoh."

Saya memotong pidatonya dan meminta penjelasan bagimana aksi membunuh orang-orang yang tak berdosa bisa dikatakan 'hebat dan luar biasa'.

Abu Uzair menjawab, "Bagi kami, itu adalah balas dendam." Saya menjawab balik, "Tapi membunuh warga yang tak berdosa tetap saja tak bisa dibenarkan."

Image caption Abu Uzair berbicara tentang serangan 11 September dalam pertemuan Al Muhajirun di London pada 2004.

Sambil mengarahkan telunjuknya ke saya, ia mengatakan, "Tidak benar menurut Anda. Tapi menurut Islam, itu dibenarkan. Bukankah Anda membunuh rakyat yang tak berdosa di Afghanistan?"

Saya mengatakan, "Saya tidak akan menyebutnya hebat." Ia langsung menjawab, "Dalam pandangan Islam, itu luar biasa."

'Ekstrem, penuh kebencian'

Itulah cermin ideologi Al Muhajirun: ekstrem, agresif, penuh kebencian, dan tak ruang untuk kompromi. Bagi mereka, Islam sedang berperang melawan Barat. Kehadiran wartawan tak membuat mereka 'melembutkan narasi yang mereka usung'.

Percakapan yang panas ini terjadi sekitar setahun sebelum pengeboman di London pada 7 Juli 2005, yang menewaskan 52 orang.

Abu Uzair tak pernah menghadapi proses hukum atas pidato yang ia sampaikan 13 tahun lalu tersebut.

Sekarang, situasi berubah dan sudah tersedia perangkat hukum yang melarang 'glorifikasi terorisme' sehingga sudah ada orang-orang yang menghadapi proses hukum karena dianggap mengagung-agungkan aksi teroris.

Setelah serangan bom di Manchester bulan lalu, dinas rahasia dalam negeri Inggris mengatakan bahwa ancaman dari kelompok militan Islam sangat besar.

Saat ini 3.000 orang disimpulkan memiliki kaitan dengan ideologi atau jaringan ekstrem, sementara 20.000 orang lainnya dinyatakan pernah terkait dengan kelompok atau pandangan ekstrem. Jika digabung, jumlahnya menjadi 23.000 orang atau setara dengan jumlah penduduk di kota kecil di Inggris.

Kenyataan bahwa Al Muhajirun 'dibiarkan merekrut pendukung' di berbagai kota ikut menjawab gambaran di atas.

Al Muhajirun didirikan oleh Omar Bakri Muhammad, pendakwah kelahiran Suriah yang diusir dari negara asalnya pada 1977 karena pandangannya yang menentang Partai Baath.

Hak atas foto PA
Image caption Pendiri Al Muhajirun, Omar Bakri Muhammad. Foto diambil pada 1996. Ia telah dilarang masuk kembali ke Inggris setekah serangan di London pada 2005 yang menewaskan 52 orang.

Ia pindah ke Lebanon dan bergabung dengan organisasi Hizbut Tahrir yang memiliki misi mendirikan kekhalifahan Islam. Ia sempat bermukim di Kairo memutuskan untuk menetap di Mekah, Arab Saudi. Pada 1983 ia mendirikan Jemaah Al Muhajirun.

Pandangannya yang ekstrem dan kaitannya dengan organisasi terlarang Hizbut Tahrir membuat Bakri Muhammad diusir dari Saudi pada 1986 dan ia melarikan diri ke Inggris, yang memberikannya suaka.

Ia langsung mendirikan Hizbut Tahrir cabang Inggris dan secara agresif merekrut anak-anak muda Muslim.

Syariah Islam

Dalam berbagai ceramahnya, ia secara terbuka menyerukan pendirian kekhalifahan Islam dan penerapan syariah Islam di Inggris. Ia juga aktif berkampanye bahwa Muslim adalah korban konspirasi masyarakat internasional.

Namun organisasi Hizbut Tahrir internasional tidak senang dengan sepak terjangnya dan menganggap yang ia lakukan di Inggris mengganggu misi mendirikan negara Islam di Timur Tengah. Akhirnya ia dipecat dari organisasi ini pada 1996.

Pemecatan ini mendorongnya mendirikan kelompok baru di Inggris, Al Muhajirun.

Aktivitasnya pada akhir era 1990-an tak mendapat intervensi dari pemerintah yang ketika itu sibuk menangani kelompok-kelompok republik di Irlandia. Di tingkat masyarakat, tak banyak yang menyadari bahwa Bakri Muhammad adalah figur yang sangat berbahaya.

Hak atas foto Metropolitan Police
Image caption Khuram Butt, salah satu pelaku serangan di London Bridge pada 2017, punya hubungan dengan Al Muhajirun.

Selama beberapa tahun saya banyak menghabiskan waktu di Crawley, di Inggris selatan, untuk melalukan liputan tentang terorisme. Beberapa teroris berasal dari kota ini, termasuk tiga orang yang dinyatakan bersalah merencanakan serangan dengan bom pupuk pada 2004. Satu di antaranya, Omar Khyam, punya hubungan dekat dengan Al Muhajirun.

Serangan di London Bridge, London, pada 2017 juga punya hubungan kuat dengan Al Muhajirun karena salah seorang pelakunya, Khuram Butt, adalah pendukung kelompok ini. Ia bahkan pernah tampil di acara TV dan tak menyembunyikan pandangannya yang ekstrem.

Mengapa pemerintah Inggris sepertinya mendiamkan Al Muhajirun?

Richard Kemp, mantan penasehat pemerintah Inggris untuk masalah terorisme, mengatakan pemerintah terlalu toleran terhadap Al Muhajirun.

"Ini adalah kegagalan besar dan karenanya kita menanggung akibatnya... pembunuh tentara Lee Rigby adalah pengikut Al Muhajirun. Kita sudah menyaksikan banyak serangan di seluruh dunia," kata Kemp.

"Mereka melihat kita sebagai pihak yang lemah... mereka mengeksploitasi situasi ini dengan membangun dan mengembangkan jaringan."

Kelompok sempalan

Image caption Richard Kemp mengatakan pemerintah Inggris 'terlalu toleran' terhadap Al Muhajirun.

Namun Peter Clarke, mantan pejabat polisi di unit antiterorisme tidak sependapat dengan penilaian tersebut. Ia menjelaskan pemerintah secara aktif dan intensif menangani ancaman terorisme sejak serangan 11 September.

"Prioritas penanganan didasarkan pada besarnya ancaman yang datang dari berbagai kelompok," kata Clarke.

Pada 2004 jelas bahwa Al Muhajirun adalah kelompok yang berbahaya. Merasa bahwa tekanan makin besar, Bakri Muhammad menyurutkan aktivitas Al Muhajirun. Namun beberapa kelomopk sempalan muncul.

Di antaranya adalah Muslims Against Crusades, Islam4UK, Shariah4UK, Call to Submission, Islamic Path, the London School of Sharia, dan Need4Khilafah.

Pemerintah Inggris sudah melarang aktivitas kelompok-kelompok sempalan ini.

Jaringan pendukung Al Muhajirun dikaitkan dengan rencana serangan teror tak hanya di Inggris tapi juga di sejumlah negara. Beberapa di antaranya diadili dan dijatuhi hukuman penjara, termasuk tokoh kelompok ini, Anjem Choudary, setelah menggalang dukungan bagi ISIS.

Bakri Muhammad, sang pendiri, dilarang masuk ke Inggris setelah serangan pada Juli 2005 dan saat ini menjalani hukuman penjara di Lebanon dalam kasus terorisme.

Kelompok-kelompok yang terkait dengan Al Muhajirun telah dilarang namun jaringan pendukung masih bertahan dan inilah yang membuat banyak pihak khawatir.

Topik terkait

Berita terkait