Bayi disunat 'diam-diam', ibu di Inggris melapor ke polisi

Popok Hak atas foto Getty Images
Image caption Kasus sunat tanpa izin membuat tiga orang di Nottingham diselidiki polisi.

Seorang ibu di Nottingham, Inggris, melaporkan kasus penyunatan anaknya ke polisi, karena sunat dilakukan tanpa sepengetahuan atau izin dirinya.

Kasus ini tadinya dihentikan polisi namun sekarang dibuka kembali dan tiga orang ditahan -salah seorang dokter berusia 61 tahun- untuk kepentingan penyelidikan meski ketiganya sekarang tak lagi berada di tahanan polisi.

Mereka diselidiki dengan sangkaan secara sengaja menyebabkan atau berkomplot menyebabkan luka di tubuh orang lain.

"Begitu saya membuka popok, saya langsung keluar ruangan. Saya histerikal," kata sang ibu.

Ia menuturkan ada darah di kemaluan anaknya. Ia mengaku sedih, marah, dan sangat kecewa anaknya dikhitan tanpa sepengetahuannya.

Insiden ini terjadi pada Juli 2003 saat bayinya berusia tiga bulan, ketika bayi tersebut tinggal bersama kakek dan neneknya yang beragama Islam.

Sang ibu kemudian mengontak layanan sosial dan polisi setempat pada 2014. Sempat dilakukan penyelidikan tapi kemudian polisi menyimpulkan bukan kasus pidana dan merujuk kasus ke dewan kedokteran Inggris.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Ibu bayi mendukung gerakan antikhitan untuk anak laki-laki.

Ikatan dokter di Inggris mengatakan bahwa sunat bagi anak laki-laki dibolehkan asal ada izin dari orang tua atau wali.

Meski demikian ibu ini tak sependapat dan menganggap anaknya sebagai 'korban mutilasi alat kelamin'.

'Disunat separuh'

Ia mengajukan fakta bahwa di Inggris orang tak boleh memendekkan ekor anjing. "Saya berpikir anjing lebih mendapat perlindungan dibandingkan anak saya."

"Ini jelas tidak benar... anjing dilindungi, tapi tidak demikian halnya dengan anak laki-laki."

Ia kemudian mendapat bantuan dari kelompok antisunat, Men Do Complain, dan pengacara HAM, Saimo Chahal, yang melayangkan surat ke polisi di Nottinghamshire.

Tiga tahun setelah 'sunat tanpa izin' tersebut penis anaknya sering mengalami infeksi dan pembengkakan.

"Sepertinya ia tidak disunat sepenuhnya. Setengah disunat, mungkin itu istilah yang tepat untuk menggambarkannya... kadang membengkak, menjadi merah," ungkapnya.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Pengacara HAM Saimo Chahal membantu menangani kasus sunat 'tanpa izin' di Nottingham, Inggris.

Ia mengatakan sunat ini 'berdampak buruk secara psikologis bagi dirinya maupun anaknya' dan merasa tak banyak yang bersimpati dengannnya.

"Bahkan beberapa polisi mengatakan 'Oh suami saya juga disunat. Tak masalah'. Yang lain mengatakan 'Tak apa-apa. Nanti juga sembuh'. Saya sedih dan kecewa," katanya.

Namun sekarang dia merasa lega karena aparat penegak hukum telah mengambil tindakan serta berharap kasusnya akan meningkatkan kesadaran masyarakat.

"Tak ada yang mau mendengar ketika itu... (tapi) sekarang diakui di seluruh dunia."

Sisi positif dari kasus ini, menurutnya, adalah munculnya 'kesadaran dari publik bahwa sunat juga bisa membuat orang menderita dan membuka pemahaman orang-orang yang berencana menyunat anak mereka'.

Topik terkait

Berita terkait