Yoshi Sudarso, 'Power Ranger asal Indonesia' yang doyan Nasi Rames

POWERS Hak atas foto YOSHI SUDARSO

Yoshi Sudarso populer di telinga publik Indonesia ketika menjadi pemeran Ranger biru dalam serial superhero Power Rangers Dino Charge buatan Hollywood, pada 2015-2016 silam. Namun, kepada BBC Indonesia dia mengungkapkan hasratnya yang paling dalam adalah menjadi stuntman atau pemeran pengganti.

Teriakan "I Love You" ramai terdengar tatkala Yoshi Sudarso, aktor Indonesia yang berkiprah di Hollywood, memperkenalkan dirinya ketika menjadi pembicara di Kongres Diaspora Indonesia di Jakarta, Sabtu (01/07).

Penonton berubah histeris ketika Yoshi yang lahir di Indonesia itu mengakhiri perkenalan dirinya dengan melakukan salto, hal yang biasa dilakukannya saat menjadi pemeran pengganti.

"Saya lakukan berbagai hal waktu memulai karir akting, modeling, stunt. Dan jadi stuntman ternyata yang paling klik," tuturnya kepada BBC Indonesia.

Yoshi dan keluarganya pindah ke Amerika Serikat saat dia masih berusia sembilan tahun. Ketertarikannya melakukan aktivitas berbahaya bermula saat dia berlatih bela diri saat SMA.

"Dan teman-teman saya bilang, saya bagus melakukan ini-itu (bela diri)," katanya dalam bahasa Indonesia yang masih mengalir lancar meski kadang terdengar kaku.

Image caption Yoshi Sudarso di Kongres Diaspora Indonesia, Sabtu (01/07).

Namun, harapannya untuk meneruskan bakatnya itu sebagai karir, terkendala karena sang Ibu memintanya untuk mengambil jurusan matematika saat kuliah. "Dan saya tetap ambil matematika. Walau begitu, saya lakukan kerja ekstra dan mulai cari kerja di studio film."

Dari situlah karirnya sebagai pemeran pengganti bermula.

Dibakar hingga terjun bebas 15 meter

Bertemu Yoshi, kita tidak akan melihatnya sebagai pribadi yang jago bertarung seperti peran Koda, si Ranger biru yang dimainkannya selama dua tahun. Senyum renyah selalu tertebar. Orang-orang yang datang berfoto dilayaninya dengan hangat, ciri khas kehangatan Asia yang kerap disukai barat.

Namun, kesan hangat itu disebutnya sempat tidak berbalas kehangatan dari Hollywood. Sebagai orang Asia, Yoshi mengaku dulu kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Hak atas foto Instagram
Image caption Yoshi mengunggah fotonya saat menjadi Power Ranger, di akun Instagramnya, @yoshistunts

"Untuk laki-laki Asia agak sulit, karena mereka maunya orangnya terlihat seperti kutu buku, dan cuma jadi temannya pemeran utama. Sementara saya lebih tinggi dan besar, jadi susah untuk jadi pemeran pengganti karena tidak banyak pula aktor Asia yang sebesar saya."

Namun, lelaki bertinggi 180cm itu menyatakan saat ini situasinya sudah jauh lebih baik. "Sekarang banyak aktor Asia yang sebesar saya, atau bahkan lebih besar, lebih gede. Dan perannya juga tidak tipikal. Karakter saya di Power Rangers Dino Charge juga tidak tipikal sama sekali. Koda si Ranger biru itu kuat."

Hak atas foto FOX
Image caption Yoshi menjadi pemeran pengganti aktor Korea-Amerika, Ki Hong Lee (kiri), di film The Maze Runner.

Salah satu kepiawaiannya sebagai pemeran pengganti bisa dilihat dalam film The Maze Runner (2014). Di sana dia menjadi double untuk aktor Korea-Amerika, Ki Hong Lee. Yoshi juga menjadi pemeran pengganti dalam film eksyen yang dipuji-puji kritikus, Logan (2017).

Namun, dari puluhan aksi stunt-nya di Hollywood yang paling berkesan bagi Yoshi adalah ketika "Mesti berantem, terbakar sama api, mesti lari 10meter, lalu jatuh 15meter ke air. Kemudian harus berenang lagi 10 meter."

Dan itu dilakukannya sebanyak tiga kali sehari selama setahun, untuk sebuah pertunjukan live di Hollywood.

Power Rangers dan Nasi Rames

Yoshi mengakui banyak yang bertanya kepadanya, mengapa dia lebih suka jadi stuntman, yang notabene tidak dikenal orang, daripada menjadi aktor di depan layar?

"Saya gak butuh kepopuleran. Saya lakukan stunt karena saya suka. Saya nggak tahu bagaimana mengungkapkan rasanya. Tapi ketika saya lakukan stunt, saya senang sekali. Dan saya jenis orang yang gampang bosan. Tapi kalau stunt kan tiap hari beda, mesti pikirin jatuhnya harus bagaimana, berkelahinya bagaimana. Harus dinamis terus," ceritanya.

Hak atas foto AFP
Image caption Yoshi bercerita dia sempat kesulitan mendapatkan pekerjaan di Hollywood karena berbagai sterotipe terkait orang Asia.

Bisa terus melakukan aksi berbahayanya sendirilah yang membuat Yoshi tertarik untuk ikut audisi menjadi pemeran Power Rangers. Namun, untuk mendapatkan peran di serial superhero yang digandrungi anak-anak Indonesia itu tidaklah gampang; setelah gagal tiga kali, barulah Yoshi mendapatkan peran sebagai Ranger biru, Koda, di Power Rangers Dino Charge.

"Karena sudah kenal dengan kru casting", dia pun mulai lebih rileks. "Dan akhirnya saya melihat mereka tersenyum dan suka sama apa yang saya lakukan."

Hak atas foto Yoshi Sudarso
Image caption Rangers selfie jelang syuting.

Berdasarkan data IMDB, Yoshi berperan sebagai Koda di 44 episode Power Rangers Dino Charge, pada tahun 2015 hingga 2016.

Di tengah kesibukannya mengerjakan serial Miss 2059: Season 2, berperan di sejumlah iklan Power Rangers dan memproduksi film pendek di Hollywood, Yoshi, selalu merindukan Indonesia, khususnya makanannya.

Hak atas foto Instagram
Image caption Salah satu adegan Yoshi ketika menjadi Koda, si Ranger Biru.

Ketika ditanya BBC Indonesia apa makanan Indonesia favoritnya, dia menyebut "Nasi bungkus, nasi rames. Susah didapat di Amerika soalnya."

Kerinduannya terhadap nasi rames, melebihi kerinduannya terhadap cuaca hangat negeri katulistiwa ini, hal yang kerap dirindukan orang Indonesia yang tinggal di belahan bumi utara. "Saya suka di sini, tapi panasnya bikin lengket, karena lembab kan. Dan lagian di Los Angeles juga panas," pungkasnya sambil tertawa.

Berita terkait