AS kembalikan stempel kerajaan Korea yang 'dijarah' 60 tahun lalu

Cap kerajaan Hak atas foto AFP
Image caption This royal seal, depicting a turtle, is thought to have been stolen during the Korean War

Amerika Serikat mengembalikan dua cap atau stempel kerajaan kuno ke Korea Selatan, yang dijarah dari negara itu lebih dari 60 tahun lalu.

Artefak peninggalan dinasti Chosun dari abad 16 dan 17 ini diyakini keduanya memiliki nilai $1,5 juta dolar AS atau sekitar RP19 milliar.

Stempel kerajaan yang menggambarkan kura-kura, dikembalikan kepada Presiden Moon Jae-in dalam kunjunganya ke Washington pada Jumat (30/06).

AS telah mengembalikan sekitar 8.000 benda pada lebih dari 30 negara sejak 2007.

Artefak Korea Selatan yang lebih kuno, sebuah stempel berlapis emas-perunggu buatan tahun 1547 untuk menghormati Ratu Munjeong, istri ketiga raja kesebelas Dinasti Chosun, yang diduga dicuri ketika berlangsungnya Perang Korea.

Benda lainya- sebuah balok batu giok yang dibuat untuk Raja Hyeonjong pada 1651 - yang diyakini diambil pada masa pendudukan Jepang di Korea antara 1910 dan 1945.

Penyelidikan dimulai setelah stempel Ratu Munjeong ditemukan di sebuah museum di Los Angeles pada 2013. Stempel Raja Hyeonjong ditemukan sebagai koleksi pribadi.

Keduanya akan sampai di Korea pada Minggu (02/07) bersama dengan Presiden Moon. Artefak itu akan dipamerkan ke publik mulai Agustus.

Berita terkait