Presiden Mugabe lelang sapi senilai US$1 juta untuk Uni Afrika

Mugabe, Afrika
Image caption Presiden Mugabe menyerahkan cek 'raksasa' saat pertemuan puncak Uni Afrika di Addis Ababa.

Zimbabwe melelang ternak sapi senilai US$1 juta atau sekitar Rp13 miliar sebagai sumbangan untuk Uni Afrika (AU).

Menurut Presiden Robert Mugabe, sumbangan itu akan membantu AU dalam upaya mengakhiri 'sindrom ketergantungan pada donor'.

Sebanyak 300 ekor, tambahnya, berasal dari ternak miliknya dan warga Zimbabwe lainnya menggandakannya jumlah itu karena, menurut Mugabe lagi, mereka ingin memberi sumbangan untuk 'tujuan mulia'.

Cek 'raksasa' senilai US$1 juta itu diserahkan langsung oleh Mugabe saat pertemuan puncak AU di Addis Ababa, ibu kota Ethiopia, yang digelar pekan lalu hingga Selasa (04/07).

Saat menyerahkan sumbangan, Presiden Mugabe mengatakannya sebagai 'sumbangan sederhana' dan merupakan 'langkah simbolik' untuk membantu mengakhiri 'sindrom ketergantungan pada donor' di Afrika.

Dia juga menyebutnya sebagai hal penting untuk memperlihatkan bahwa AU bisa menemukan cara yang inovatif dalam menggalang dana bagi proyek-proyeknya.

Hak atas foto AFP
Image caption Robert Mugabe, 93 tahun, menjadi presiden sejak tahun 1987 namun sebelumnya merupakan perdana menteri dari tahun 1980.

Sumbangan diberikan di tengah-tengah langkanya uang tunai dan krisis pangan di negara itu. Tahun lalu, lebih dari empat juta warga Zimbabwe memerlukan bantuan pangan karena hujan yang tidak cukup untuk mengairi pertanian.

Namun tahun ini panen dilaporkan baik dan Zimbabwe diperkirakan akan berada dalam posisi mampu memenuhi kebutuhan pangan sendiri untuk pertama kalinya.

Kubu oposisi sempat menuduh pemerintah bertanggung jawab atas kekurangan pangan karena kebijakan Presiden Mugabe dalam menerapkan reformasi agraria mempengaruhi sektor pertanian.

Pria yang berusia 93 tahun ini menjabat presiden sejak tahun 1987 namun sebelumnya menjabat perdana menteri dari tahun 1980.

Menteri Keuangan Zimbabwe, Simbarashe Mumbengegwi, mengatakan sebagian besar sapi yang dilelang berasal dari para peternak yang mendapat keuntungan dari reformasi tersebut, seperti diberitakan koran pemerintah, Herald.

Lembu merupakan harta berharga di kalangan pedesaan di Afika dan kemakmuran keluarga dilihat dari jumlah ternak sapinya.

Topik terkait

Berita terkait