Terjual Rp12 miliar catatan tulisan tangan Mao Zedong

Mao Zedong, Cina, Hak atas foto Getty Images
Image caption Mao Zedong -difoto pada tahun 1963- merupakan penggemar berat sastra klasik.

Kumpulan catatan tulisan tangan pendiri Republik Rakyat Cina, Mao Zedong, terjual di lelang dengan harga 10 kali lipat dari perkiraan nilai awal.

Catatan yang ditulis tahun 1975 itu -yang ditujukan Mao kepada seorang profesor yang dibayar untuk membaca- berhasil dijual seharga £704.750 atau sekitar Rp12 miliar di balai lelang Sotheby's, London.

Sotheby's menggambarkannya sebagai 'amat langka'.

Ditulis ketika kesehatan Mao memburuk, setahun sebelum meninggal, catatan itu berkaitan dengan puisi dan sastra klasik Cina, yang amat digemari pemimpin Cina modern tersebut

Saat itu daya pandang Mao memburuk dan dia menghadapi kesulitan membaca sehingga memerlukan bantuan seorang ahli sastra untuk membacakan karya-karya sastra klasik.

Di Lu kemudian dipekerjakan untuk membantu Mao. Namun, karena Mao juga sudah sukar bicara, Di Lu memintanya untuk menulis pandangan-pandangannya di buku catatan.

Kumpulan catatan itu, menurut Sotheby's, adalah 'sejumlah wawasan bernilai tentang pemikiran Mao dalam kesusastraan."

Hak atas foto Sotheby's
Image caption Sotheby's mengatakannya sebagai 'amat langka'

Mao Zedong memimpin Partai Komunis Cina dalam mengalahkan Kuomintang tahun 1949 dan mendirikan Republik Rakyat Cina.

Pada masa mudanya dia bekerja di Perpustakaan Universitas Peking dan dikenal sebagai penggemar dan penulis karya-karya klasik walau secara politik menganut nilai-nilai revolusioner.

Pembeli kumpulan catatan Mao adalah seorang kolektor Cina namun lelang diikuti berbagai pihak dari seluruh dunia.

Awalnya manusrip itu diperkirakan akan terjual antara £60.000 hingga £80.000 namun ternyata laku sampai 10 kali lipat karena, menurut Gabriel Heaton dari Sotheby's, catatan tulisan tangan Mao 'amat langka' di pasar sehingga mereka kesulitan untuk menentukan nilai awalnya.

Heaton menambahkan barang-barang yang terkait dengan Mao banyak peminatnya, khususnya di Cina dan kawasan Asia lainnya.

Awal tahun ini, misalnya, sebuah lukisan potret Mao karya seniman kontemporer Amerika Serikat, Andy Warhol, terjual US$11 juta (sekitar Rp146 miliar) lewat lelang di Hong Kong.

Topik terkait

Berita terkait