Hewan karnivor besar semakin tersingkir dari wilayahnya

Serigala Ethiopia Hak atas foto Ethiopian Wolf
Image caption Serigala Ethiopian sudah kehilangan 99% dari wilayah jelajah mereka.

Enam dari karnivor besar dunia telah kehilangan 90% dari wilayah jelajah mereka, menurut sebuah analisis baru.

Serigala Ethiopia, serigala merah, singa, anjing liar Afrika dan cheetah semakin tersingkir dari wilayah mereka karena permukiman manusia dan pertanian.

Mengembalikan hewan karnivora di wilayah-wilayah tempat mereka dulunya menjelajah adalah hal penting dalam pelestarian, menurut para ilmuwan.

Dan ini berarti manusia harus bersedia untuk berbagi lahan dengan serigala.

Penelitian yang diterbitkan oleh Royal Society Open Science dilakukan oleh Christopher Wolf dan William Ripple dari Oregon State University.

Mereka memetakan wilayah jangkauan dari 25 hewan karnivor besar menggunakan data Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Data ini kemudian dibandingkan dengan peta historik dari 500 tahun lalu.

Penelitian mereka menunjukkan penyempitan jangkauan hewan karnivora besar adalah masalah dunia, kata Christopher Wolf.

"Dari 25 hewan karnivor besar yang kami teliti, 60% (15 spesies) telah kehilangan lebih dari separuh wilayah jelajah mereka," dia menambahkan.

"Ini artinya sangat penting untuk mengembalikan hewan karnivora besar ke area mereka yang hilang, baik untuk pelestarian mereka atau untuk mempromosikan pentingnya eksistensi mereka untuk dampak lingkungan. Ini sangat tergantung pada toleransi manusia terhadap hewan karnivor besar - penentu utama sukses atau tidaknya proses pengembalian tersebut."

Hak atas foto Getty Images
Image caption Harimau telah kehilangan 95% dari wilayah jangkauan mereka.

Para peneliti mengatakan bahwa proses pengembalian tersebut akan sukses di area dengan tingkat kepadatan penduduk yang rendah, serta peternakan dan pertanian yang terbatas.

Selain itu, daerah dengan kawasan terlindungi yang besar serta perilaku manusia yang mendukung terhadap karnivora juga akan membantu program tersebut.

"Meningkatkan toleransi manusia terhadap hewan karnivora besar adalah cara terbaik untuk menyelamatkan spesies ini dari kepunahan," kata salah satu peneliti, William Ripple.

Jika kebijakannya mendukung, maka hewan karnivor besar akan secara alami kembali ke daerah wilayah jelajah mereka.

Ini mulai terjadi di beberapa wilayah Eropa yang memiliki beruang cokelat, lynx dan serigala abu-abu.

Lynx Eurasia dan serigala abu-abu termasuk karnivora yang mengalami penyempitan wilayah paling kecil.

Sementara dingo dan beberapa jenis hyena juga bernasib cukup baik, jika dibandingkan dengan singa dan harimau.

Topik terkait

Berita terkait