Anak-anak anggota paduan suara di Jerman diduga alami kekerasan

Regensburger Domspatzen Hak atas foto Getty Images
Image caption Laporan menyebutkan kekerasan terjadi di skeolah asrama dalam 'budaya diam'.

Setidaknya 547 anggota muda paduan suara anak laki-laki Regensburger Domspatzen di Jerman mengalami kekerasan fisik dan seksual dalam periode 60 tahun, seperti disampaikan sebuah laporan.

Laporan menuduh 49 anggota Gereja Katolik melakukan kekerasan antara 1945 dan awal 1990.

Terduga pelaku diduga tidak mungkin menghadapi dakwaan kriminal karena waktu kejadian yang sudah terlalu lama.

Para korban mengatakan pengalaman itu seperti "sebuah penjara, neraka dan sebuah kamp konsentrasi".

Kuasa hukum yang ditugaskan untuk menyelidiki kekerasan itu, Ulrich Weber mengatakan dugaan kekerasan fisik terkait dengan anak-anak yang belajar di pra-sekolah dan sekolah menengah atas Regensburger Domspatzen.

Salah satu yang dikritik dalam laporan tersebut adalah pemimpin paduan suara Georg Ratzinger, yang merupakan kakak dari Paus Benecditus XVI, yang mengundurkan diri pada 2013 lalu.

Weber mengatakan saat itu Ratzinger, saat ini berusia 93 tahun, tidak memiliki "seseorang dapat menuduh dia tidak mempedulikan kasus itu dan gagal untuk campur tangan".

Hak atas foto Getty Images
Image caption Kritik dilayangkan pada Georg Ratzinger,yang memimpin padua suara selama 30 tahun.

Dia merupakan kepala paduan suara dari 1964 sampai 1994 dan membantah mengetahui peristiwa tersebut. Masalah itu "tidak pernah dibahas" ketika dia memimpin paduan suara.

Di masa lalu, dia mengakui kadang-kadang menampar anak laki-laki tapi bersikeras tak pernah memukul sampai tubuh mereka "hitam dan biru".

Perwakilan dari paduan suara anak-anak Regensburger Domspatzen secara resmi belum menanggapi laporan tersebut.

'Budaya diam'

Ketika menyampaikan penemuannya pada Selasa (18/07), Weber mengatakan penyelidikannya telah menemukan 500 kasus kekerasan fisik dan 67 kasus pelecehan seksual selama lebih dari enam dekade.

Bagaimanapun, dia mengatakan dia tidak dapat menghubungi atau berbicara secara langsung dengan sejumlah mantan siswa dan dia memperkirakan jumlah korban bisa mencapai 700 orang.

Dari 49 anggota gereja yang melakukan pelecehan ini dalam sebuah "budaya diam", sembilan orang diantaranya diketahui telah terlibat dalam kekerasan seksual, tambah Weber.

Dia mengatakan terduga pelaku telah diidentifikasikan tetapi diperkirakan tidak akan menghadapi dakwaan kriminal karena waktu kejadian yang sudah terlampau lama.

Dia mengatakan korban menggambarkan pengalaman mereka dalam sekolah asrama yang terletak di bagian selatan Jerman itu sebagai "yang terburuk sepanjang hidup mereka, penuh dengan ketakutan, kekerasan dan keputusasaan".

Gereja sebelumnya menawarkan untuk membayar kompensasi sebesar €5,000 (£4,436; $5,776) and €20,000 bagi para korban Regensburger.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Weber mengatakan penyelidikannya telah menemukan 500 kasus kekerasan fisik dan 67 kasus pelecehan seksual selama lebih dari enam dekade.

Kritik pada kardinal

Kor atau paduan suara yang berusia 1.000 tahun ini sebelumnya dikejutkan dengan tuduhan kejadian kekerasan seksual yang meluas pada 2010.

Sebuah laporan penyelidikan pada 2016 lalu menemukan 231 anak telah mengalami kekerasan.

Weber juga mengkritik Uskup Regensburg Gerhard Ludwig Müller, yang saat ini merupakan kardinal, karena lemah dalam mengkaji skandal yang terungkap pada 2010. Kardinal telah menolak penemuan itu.

Gereja Katolik terkena berbagai skandal dalam beberapa tahun ini. Pada 1990an, kasus kekerasan seksual terungkap di Irlandia dan kemudian banyak kasus diketahui di puluhan negara.

PBB telah menuduh Vatikan secara "sistematis" mengadopsi kebijakan yang mengizinkan pastor untuk melakukan kekerasan seksual pada ribuan anak-anak.

Sejak terpilih, Paus Fransiskus menawarkan harapan baru pada para korban, dengan menyerukan tindakan bagi para pelaku kekerasan di gereja.

Berita terkait