Temuan kapak batu 'ungkap waktu masuknya' Aborigin ke Australia

australia Hak atas foto DOMINIC O BRIEN/GUNDJEIHMI ABORIGINAL CORPORATION

Sejumlah arkeolog menemukan bukti baru bahwa nenek moyang orang-orang Aborigin telah tiba di Australia setidaknya 65.000 tahun yang lalu.

Orang-orang itu diperkirakan tiba ke Australia lebih awal yaitu sekitar 18.000 tahun jika dibandingkan perkiraan sebelumnya yang menyebut mereka tiba sekitar 47.000 tahun silam.

Para ahli menemukan artefak berbentuk kapak batu canggih yang digali di wilayah Northern Territory.

Walaupun masih diwarnai perdebatan, para ahli sebelumnya meyakini bahwa nenek moyang orang-orang Aborigin itu mendarat di Australia antara 47.000 dan 60.000 tahun yang lalu.

"Kami telah menetapkan usia baru awal kedatangan mereka di Australia dan membuatnya mundur kira-kira 18.000 tahun," ungkap ketua tim peneliti, Chris Clarkson, ahli arkeologi dari Universitas Queensland, Australia.

Hak atas foto CHRIS CLARKSON

"Temuan ini berdampak luar biasa terhadap temuan sebelumnya, mulai kepergian manusia modern dari Afrika hingga punahnya hewan berukuran besar dan pengetahuan kita tentang berapa lama orang-orang Aborigin tinggal di Australia," tambahnya.

Temuan ini juga mengindikasikan mereka kemungkinan hidup dalam rentang waktu yang sama dengan hewan-hewan bertubuh besar sebelum mereka dinyatakan punah.

Di lokasi penggalian, para arkeolog menemukan perkakas batu yang diduga digunakan nenek moyang orang-orang Aborigin, seperti batu gerinda, bahan pewarna dinding, serta kepala kapak bulat yang terbuat dari batu dan tanah.

Hak atas foto DOMINIC O BRIEN/GUNDJEIHMI ABORIGINAL CORPORATION

"Benda-benda ini menunjukkan kepada kami bahwa mereka sudah melakukan aktivitas yang bernilai seni," kata Clarkson.

Sejak 1970, para arkeolog sudah empat kali melakukan penggalian di wilayah Northern, dan lebih dari 10,000 artefak telah ditemukan di tempat tersebut.

Penggalian arkeologi ini dilakukan di wilayah Madjedbebe, yang ditempati oleh klan Mirarr. Meskipun terdapat di dalam Taman Nasional Kakadu, wilayah ini tidak termasuk dalam situs Warisan Dunia.

Topik terkait