Dianggap anti Islam, acara penulis buku anti agama Richard Dawkins dibatalkan

Richard Dawkins Hak atas foto Getty Images
Image caption Warga Bay Area mengungkapkan Dawkins pernah mengetwit "Islam adalah kekuatan jahat terbesar di dunia saat ini".

Richard Dawkins, seorang ahli biologi evolusioner yang menulis buku anti agama 'The God Delusion' dianggap Islamofobia akibat rangkaian twit dan komentarnya tentang Islam.

Hal ini membuat stasiun radio KPFA membatalkan penampilannya di acara yang diselenggrakan radio tersebut di Berkeley, California, pada Agustus mendatang.

Penyelenggara acara menuduhnya mengeluarkan "pernyataan kasar terhadap Islam" saat mencoret penampilannya, namun dia membantah bahwa kritik yang dilontarkannya tidak diarahkan ke Islam.

Dia menelepon stasiun radio tersebut untuk meninjau pernyataannya di masa lampau dan meminta maaf.

Kepada para pemegang tiket, stasiun radio milik publik itu menyatakan "Kami memilihnya hanya berdasarkan bukunya yang sangat baik tentang sains, namun kami tidak tahu bahwa dia telah menyinggung dan menyakiti - lewat rangkaian twit dan komentarnya akan Islam, begitu banyak orang."

Stasiun tersebut, yang tidak terafiliasi dengan University of California, menulis dalam sebuah surat - yang diterbitkan di internet oleh Dawkins - bahwa mereka tidak mendukung pernyataan yang "menyakitkan" atau "kasar".

Mereka juga meminta maaf karena "tidak mengetahui lebih akan pandangan Dawkins lebih awal".

Media lokal melaporkan bahwa warga Bay Area telah mengungkapkan pernyataan-pernyataan yang pernah dibuat oleh penulis buku terlaris itu dalam sebuah twit pada 2013 yang mengatakan "Islam adalah kekuatan jahat terbesar di dunia saat ini".

Dalam sebuah surat terbuka kepada penyelenggara, Professor Dawkins menulis bahwa dia "tidak pernah menggunakan pidato kasar melawan Islam".

Dia mengatakan bahwa pernyataan keras yang pernah dibuatnya di masa lalu ditujukan kepada "IslamISM" - yang ternyata ditujukan kepada orang-orang yang menggunakan agama untuk tujuan politik - dan bukan kepada penganut agama itu sendiri.

"Saya pernah mengkritisi praktek misogini dan homofobia yang mengerikan di Islam, Saya pernah mengkritisi pembunuhan para kaum murtad atas kejahatan yang tidak pernah mereka lakukan selain ketidakpercayaan mereka," tulis Professor Dawkins.

Hak atas foto Don Arnold/Getty Images
Image caption Richard Dawkins saat mempromosikan bukunya 'Appetite For Wonder: The Making Of A Scientist' di Sydney, Australia, pada Desember 2014 ,

Dia juga memperlihatkan bahwa dia "sering mengkritik Kekristenan namun tidak pernah diturunkan dari panggung untuk karena hal itu".

Dia menjelaskan bahwa dia mendengar radio KPFA "hampir setiap hari" selama dua tahun tinggal di Berkeley, dan menambahkan "Saya mengagumi khususnya kebiasaan Anda selalu mengutip sumber berita".

"Anda dengan jelas tidak mengutip sebuah sumber saat menuduh saya 'memberikan pernyataan kasar'.

"Mengapa anda tidak memeriksa fakta-fakta Anda - atau setidaknya dengan sopan mengingatkan saya - sebelum dengan cepat membatalkan acara saya?"

Minggu lalu, buku Professor Dawkins tentang evolusi, The Selfish Gene, disebut sebagai buku sains paling berpengaruh sepanjang masa oleh The Royal Society, perkumpulan sains paling tua dan bergengsi di dunia.

Dikenal sebagai rumah untuk gerakan Kebebasan Berbicara pada 1960an, Berkeley baru-baru ini membuat reputasi itu diragukan karena para pemrotes sayap kiri telah banyak berusaha membungkam pembicara dan akademisi yang tidak mereka tidak setujui.

Penulis konservatif Ann Coulter dan Milo Yiannopoulos juga telah bersinggungan dengan University of California setelah acara yang menampilkan mereka sebagai pembicara dibatalkan pihak sekolah dengan alasan keamanan publik.

Berita terkait