Starbucks ambil alih penuh semua gerainya di Cina

Seorang pegawai menuangkan daun teh di 'bar teh' Teavana yang baru dibuka pada tanggal 24 Oktober, 2013 di New York. Hak atas foto Getty Images

Starbucks akan mengambil alih penuh semua gerainya di Cina, setelah setuju membeli saham mitranya seharga US$1,3 miliar.

Melalui kesepakatan ini, Starbucks mengakuisisi 50% saham di 1.300 gerai yang tersebar di Shanghai, Provinsi Jiangsu dan Zhejiang.

Sebelumnya, Starbucks sudah mempunyai kepemilikan penuh atas 1.500 gerai di Cina.

Pengambilalihan ini disebut-sebut sebagai akuisisi terbesar Starbucks.

Keputusan ini diumumkan ketika perusahaan yang berbasis di Seattle ini mengumumkan kemerosotan pendapatan bersih sebesar 8,3% menjadi US$691,6 juta pada periode Mei hingga Juli 2017.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Perkembangan pasar Starbucks di Cina terpesat di luar AS.

Perusahaan tersebut juga mengumumkan rencana untuk menutup semua gerai Teavana--sebanyak 379 gerai--pada pertengahan tahun depan karena performa bisnis gerai-gerai tersebut "terus-menerus buruk".

Starbucks membeli merek teh tersebut seharga US$620 juta pada tahun 2012, dan berencana untuk menjual produk-produknya di gerai-gerai Starbucks.

Mimpi-mimpi Cina

Hasil-hasil terbaru ini merupakan yang pertama bagi direktur eksekutif baru, Kevin Johnson, yang menggantikan salah satu pemilik, Howard Schulz, pada bulan Desember.

Johnson menjelaskan pengambilalihan di Cina sebagai bagian dari "permainan jangka panjang" perusahaan tersebut untuk menghadapi melambatnya pertumbuhan di AS.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Starbucks berencana menambah gerai di Cina dari 2.800 menjadi lebih dari 5.000 gerai pada 2021.

Perusahaan gerai kopi waralaba terbesar di dunia ini terpengaruh oleh berkurangnya pengunjung yang datang ke mal dan pusat-pusat perbelanjaan di AS karena semakin banyak konsumen yang memilih belanja online atau belanja dari penjual makanan kotakan (meal kit) atau toko serba ada.

Penjualan di AS meningkat 5% kuartal lalu. Di Cina, peningkatannya sebesar 7%.

Starbucks tersebar di 130 kota di Cina dan berencana berkembang dari 2.800 gerai menjadi lebih dari 5.000 gerai pada 2021 mendatang.

Di Shanghai saja, tersedia hampir 600 gerai. Jumlah itu menjadikan Shanghai sebagai kota dengan gerai Starbucks terbanyak di dunia.

Topik terkait

Berita terkait