Aktor film City of God buron setelah 'membunuh polisi'

Residents look on as policemen patrol during an operation against drug dealers in Cidade de Deus slum in Rio de Janeiro, Brazil, July 10, 2017 Hak atas foto Reuters

Polisi Brasil mengatakan salah satu mantan aktor cilik dari film ternama City of God dinyatakan sebagai tersangka pembunuhan seorang polisi di sebuah favela (daerah kumuh) di Rio de Janeiro pada hari Minggu kemarin.

Ivan da Silva Martins turut tampil berperan sebagai anggota geng dalam film yang dipuji dunia tersebut.

Ia sekarang berumur 34 tahun dan diperkirakan memegang kendali peredaran narkoba di favela Vidigal.

Film City of God dirilis di Brasil pada tahun 2002, mengungkapkan kepada duniainternasional tentang kenyataan pahit kejahatan, kekerasan, dan kemiskinan di favela-favela Rio de Janeiro.

Martins adalah satu dari banyak anak dan remaja laki-laki yang direkrut dari bagian-bagian termiskin kota Rio untuk menjadi para pemain film tersebut.

Sekarang ia diyakini menjadi tokoh gangster yangditakuti oleh masyarakat Vidigal, dan polisi mengatakan ia dikenal sebagai Ivan Yang Mengerikan -meniru nama julukan Tsar pertama Rusia yang sangat ditakuti.

Sutradara City of God, Fernando Meirelles mengatakan ia sudah kehilangan kontak dengan para aktor muda tersebut, tapi mengatakan kepada koran O Globo bahwa ia "sedih mendengar berita ini."

Film ini berlatar awal 1960an dan mengikuti kehidupan seorang pemuda yang menjadi gembong narkoba di Cidade de Deus (Kota Tuhan), sebuah favela di pinggiran Rio.

Film tersebut menjadi blockbuster yang mengejutkan dan memperoleh empat nominasi Oscar.

Hak atas foto Reuters
Image caption Bentrokan antara polisi dan pengedar narkoba adalah hal yang umum di favela-favela di Rio

Lima belas tahun berlalu, dan kekerasan kembali merajalela di Brazil, khususnya di Rio de Janeiro.

Polisi yang tertembak mati di hari Minggu, Sersan Hudson Araujo, adalah petugas polisi ke-91 yang terbunuh tahun ini di negara bagian Rio.

Brasil sedang mengalami resesi terburuk dalam sejarahnya.

Keungan banyak negara bagian, termasuk Rio, ambruk dan tidak ada prospek untuk penyelesaian krisis politik Brasil.

Para anggota keluarga aparat kepolisian mengatakan bahwa orang-orang terkasih mereka membayar harga yang mahal melawan kejahatan tanpa dibekali sumber daya dan perlengkapan yang memadai.

Topik terkait

Berita terkait