Angelina Jolie sangkal 'kekejaman' dalam audisi artis cilik

Angelina Jolie di International Peace Support Centre in Nairobi, Kenya Hak atas foto EPA
Image caption Angelina Jolie diserang atas deskripsinya saat merekrut aktor-aktor cilik.

Angelina Jolie menyangkal keras tudingan bahwa ia menipu anak-anak Kamboja dalam tes pemeranan sebuah film.

Aktris dan duta khusus PBB ini merekrut anak-anak setempat untuk membintangi filmnya mengenai kelompok Khmer Merah di Kamboja, First They Killed My Father.

Dalam wawancara dengan Vanity Fair mengenai film tersebut ia menjelaskan bagaimana ia menggunakan sebuah permainan untuk casting itu dengan cara memberikan uang kepada anak-anak miskin dan kemudian merebutnya kembali.

Wawancara ini menyebabkan kemarahan, dengan banyak pihak menuduh Jolie berlaku 'eksploitatif.'

Dalam wawancara tersebut, Jolie menjelaskan bagaimana para sutradara mencari pemain-pemain film tersebut di daerah-daerah kumuh dan panti asuhan, dan secara "secara khusus mencari anak-anak yang mengalami hidup yang berat."

'Dibanjiri emosi'

Dalam permainan casting tersebut, anak-anak diminta untuk mencuri sejumlah uang, dan ketika tertangkap, berbohong mengenai alasan mereka mencurinya.

"Srey Moch (yang terpilih untuk peran utama) adalah satu-satunya anak yang menatap uang tersebut untuk waktu yang sangat, sangat lama," kata Jolie kepada majalah tersebut.

"Saat dipaksa mengembalikannya, ia dibanjiri emosi... Waktu ditanya setelahnya untuk apa uang tersebut, ia berkata kakeknya telah meninggal dunia, dan mereka tidak punya cukup uang untuk memakamkannya dengan baik."

Jolie, yang menyutradarai film Netflix tersebut, mengatakan "keliru dan menyedihkan" bahwa orang-orang salah menangkap penjelasannya mengenai proses casting tersebut.

"Saya sedih karena latihan adegan improvisasi yang menirukan adegan film, telah ditulis seakan-akan itu adalah kejadian nyata," kata Jolie dalam sebuah pernyataan.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Srey Moch (kiri) akhirnya mendapatkan peran utama di film Netflix garapan Jolie.

Ia menambahkan, "Inti dari film ini adalah untuk membawa perhatian kepada kengerian yang dihadapi anak-anak dalam peperangan dan untuk membantu melindungi mereka. Tudingan bahwa ada uang yang benar-benar direnggut dari seorang anak dalam sebuah audisi adalah salah dan menyedihkan. Saya pun akan sangat marah jika hal ini terjadi."

"Setiap tindakan diambil untuk memastikan keamanan, kenyamanan dan kesejahteraan anak-anak dalam film mulai dari audisi sampai proses produksi sampai sekarang," katanya.

First They Killed My Father adalah debut Jolie sebagai sutradara untuk raksasa streaming Netflix.

Film ini berdasarkan kisah nyata seseorang yang selamat dari genosida rezim Khmer Merah dan dikisahkan melalui mata seorang anak.

Jolie mengatakan kepada BBC awal tahun ini bahwa ia berharap film ini dapat membantu masyarakat Kamboja untuk berbicara lebih terbuka mengenai masa-masa traumatis mereka.

'Tidak sesuai konteks'

Catatan penuh kontroversi Jolie mengenai casting menuai kemarahan di antara banyak orang, dengan banyak pengguna media sosial menyebutnya sebagai "kekerasan emosional dan kejam".

"Angelina Jolie sudah kelewatan," tulis seorang perempuan di Facebook. "Untuk seseorang yang terus-menerus mendeklarasikan cintanya untuk Kamboja dan anak-anak, yang ia lakukan adalah tindakan yang sakit dan kejam. Dermawan macam apa dia."

"Kekerasan terhadap anak" adalah bagaimana seorang pengguna Facebook menggambarkan kejadian tersebut, menentang "metode otentik" casting Jolie. "Anda tidak lagi diterima di dunia saya. Tidak sadarkah Anda bahwa Anda sedang berurusan dengan anak-anak dengan sindrom pasca trauma dan kemiskinan?"

Tapi beberapa penggemar membela Jolie.

"Ini semua terdengar seperti tidak sesuai konteks," kata Nathalie Anderson. "Dia adalah seorang yang penuh kemanusiaan dan saya percaya ia tidak mungkin membuat anak-anak trauma seperti itu."

Topik terkait

Berita terkait