Jemput bola, ulama Al Azhar dirikan kios tanya jawab agama di stasiun

Tamer Mattar Hak atas foto Reuters
Image caption Tamer Mattar, anggota tim fatwa Al Azhar, menjelaskan mengapa pihaknya perlu mendirikan kios tanya jawab agama di stasiun kereta di Kairo.

Ulama dari Universitas Al Azhar mendirikan kios di salah satu stasiun kereta di ibu kota Mesir, Kairo, untuk menjawab berbagai masalah agama yang diajukan masyarakat.

Anggota masyarakat yang menggunakan stasiun Shohadaa bisa bertanya langsung tentang apa saja, mulai dari tata cara beribadah, perkawinan, perceraian, hingga bagaimana mengatasi paham radikal.

"Kami ingin membantu masyarakat. Mereka bisa menghemat waktu dan tenaga dengan datang ke meja kami di stasiun ini," kata Saeed Amer, wakil sekjen Al Azhar yang membidangi fatwa kepada kantor berita Reuters.

Sejak dibuka sekitar dua pekan lalu, tim ulama dari Universitas Al Azhar mencatat tak kurang dari 2.000 orang memanfaatkan kios tanya jawab. Sejumlah kalangan menyambut baik prakarsa ini, yang digambarkan sebagai upaya ulama untuk menjangkau lebih banyak warga masyarakat.

Mereka antara lain meminta agar kios-kios serupa didirikan di stasiun-stasiun lain di Kairo.

Hak atas foto Reuters
Image caption Dua ulama Al Azhar menjawab pertanyaan anggota masyarakat, dari masalah ibadah, perkawinan hingga paham radikal.

Namun ada juga yang tak setuju dengan langkah tim ulama dari Al Azhar.

"Ini membuktikan mereka (Al Azhar) memang terpisah dengan realitas di lapangan," kata anggota parlemen, Mohamed Abu Hamed, kepada Reuters.

Buka hingga awal September

Ia menjelaskan bahwa sejak empat tahun lalu, dirinya sudah meminta dilakukan reformasi terhadap Al Azhar, institusi Islam yang berusia 1.000 tahun. "Harus ada perubahan retorika keagamaan. Tapi yang dilakukan hanya mendirikan kios (tanya jawab) seperti ini," kata Hamed.

Para ulama Al Azhar dikatakan gagal melakukan modernisasi diskursus keagamaan di tengah meningkatnya ancaman paham radikal di Mesir.

Hak atas foto Reuters
Image caption Sejak pertengahan Juli tak kurang dari 2.000 anggota masyarakat memanfaatkan kios tanya jawab agama.

Milisi kelompok Islam radikal melancarkan perlawanan di Semenanjung Sinai dan menewaskan ratusan tentara dan polisi Mesir sejak 2013. Kelompok radikal juga melancarkan serangan, menyasar pemeluk Kristen dan para wisatawan.

Pada 2015 Presiden Abdel Fatah al-Sisi menyerukan agar Al Azhar memperbarui penyampaian ajaran agama, terutama yang diperuntukkan untuk anak-anak muda agar tidak tergoda atau terjebak ke kelompok-kelompok yang mengusung ideologi radikal.

Al Azhar kemudian membentuk tim khusus yang memantau konten radikal di media sosial. Mereka juga menerbitkan buku untuk menangkal radikalisme.

Kios tanya jawab di stasiun Shohadaa adalah langkah terbaru mereka dan akan melayani masyarakat hingga awal September.

Kementerian Transportasi mengatakan jika minat masyarakat tetap tinggi ada kemungkinan kios ini dipertahankan.

Topik terkait

Berita terkait