Anak Australia 'luka bagai kena granat' akibat serangga laut

Sam Kanizay di rumah sakit Hak atas foto Jarrod Kanizay
Image caption Remaja 16 tahun ini akan tinggal di rumah sakit satu malam lagi

Seorang remaja Australia sedang memulihkan diri di rumah sakit setelah disengat sejumlah 'makhluk laut kecil berukuran seperti tungau.'

Betis dan pergelangan kaki Sam Kanizay, 16, berlumuran darah setelah merendamkan kaki di Pantai Brighton, Kota Melbourne, pada Sabtu (05/08) malam.

Jarrod Kanizay mengatakan anaknya sampai di rumah dengan kondisi 'terlihat seperti cedera di peperangan.' Saat itu, menurutnya, kaki remaja tersebut tidak berhenti berdarah.

Keluarganya sedang mencari penjelasan pakar untuk mengidentifikasi serangga pemakan daging ini.

Para ahli biologi kelautan mengatakan serangga tersebut kemungkinan besar dalah lalat laut, binatang laut pemburu berukuran kecil.

PERHATIAN: Artikel ini memuat gambar cedera dari jarak dekat

Setelah sebuah pertandingan sepak bola yang melelahkan pada Sabtu (05/08) malam, remaja ini memutuskan untuk merendam kakinya di perairan dekat rumahnya.

Dia berendam sampai sedalam pinggang di air yang dingin dan gelap itu selama kira-kira setengah jam dan tidak merasakan hal aneh. Namun ia sampai ke rumah dalam keadaan "mengucurkan darah dengan deras".

"Terlihat seperti luka-luka akibat peperangan... Seperti akibat suatu serangan granat. Penuh berlumur darah," kata Jarrod Kanizay kepada BBC.

"Kami membasuhnya namun darahnya kembali muncul dengan segera. Tidak ada pembekuan sama sekali. Jadi terus saja berdarah dan berdarah," lanjutnya.

Hak atas foto Jarrod Kanizay
Image caption Sam Kanizay was seen immediately at hospital
Hak atas foto Jarrod Kanizay
Image caption "Sam sangat positif," kata ayahnya

Setelah dua rumah sakit setempat tidak dapat mengidentifikasi penyebab sejumlah luka seukuran tusukan-tusukan jarum tersebut, Jarrod Kanizaymemutuskan untuk menyelidiki dan kembali ke pantai.

"Saya mengumpulkan makhluk-makhluk aneh ini dari tempat yang sama malam lalu dengan menjebak mereka di dalam jaring dan saya sendiri berdiri dalam air," katanya.

"Kami memperoleh ribuan serangga-serangga kecil seperti tungau ini yang lalu dikirim ke para ahli."

Kanizay mengatakan ia berharap tungau berwarna pasir terang ini tidak akan meninggalkan bekas luka pada anaknya, dan anaknya bisa pulih sepenuhnya.

"Kami hanya menunggu para ahli untuk memberitahukan kami hewan apa itu dan bagaimana mereka berperilaku dan mengapa ini terjadi."

Ahli biologi kelautan, Dr Genefor Walker-Smith, yang melihat beberapa sampel tersebut, mengatakan kepada koran Herald Sun bahwa serangga-serangga ini kemungkinan adalah lysianassid amphipods, atau kutu laut.

"Mungkin saat itu ada sebuah kelompok serangga yang terganggu -sehingga menyengat. Namun secara umum mereka tidak berkumpul menunggu di sana untuk menyerang seperti piranha," katanya.

Para ahli mengatakan kasus semacam ini sangat langka dan tidak ada alasan untuk cemas berlebihan.

Topik terkait

Berita terkait