Bagaimana para bocah transgender bersiap menghadapi pubertas

Untuk kebanyakan orang tua, pindahnya anak ke bangku sekolah menengah adalah momen besar yang perlu perencanaan, bahkan lebih lagi untuk mereka dengan anak-anak transgender. Program Victoria Derbyshire BBC telah memantau dua anak transgender termuda di Inggris Raya sejak dua setengah tahun terakhir.

Image caption Lily "sangat senang dan baik-baik saja," kata ibunya

"Saya tidak akan menyinggungnya, tetapi jika pembicaraannya muncul saya akan jujur. Saya tidak akan berkata, 'Tebak apa, saya transgender,' tetapi jika seseorang membicarakannya saya akan mengatakan saya adalah (transgender), karena saya adalah (transgender)," kata Jessica.

Teman-teman anak berusia 10 tahun ini tidak menyinggung-nyinggung fakta bahwa ia telah melakukan transisi dari hidup sebagai laki-laki ke perempuan. Ia memang hanya ingin diperlakukan 'seperti perempuan biasa.'

Kami pertama bertemu 'Jessica' dan 'Lily,' yang sekarang berusia sembilan, pada Januari 2015. Kami tidak menggunakan nama asli mereka.

'Alex,' ayah tiri Jessica, - yang melakukan transisi dari hidup sebagai perempuan ke laki-laki - berkata ia "terkejut, namun cukup bangga" bahwa Jessica berencana untuk terbuka saat ia pindah ke sekolah berikutnya hanya dalam waktu satu tahun.

Meskipun bukan tanpa masalah, ia berkata pendekatan tersebut menepiskan kekhawatiran mengenai apakah orang akan mengetahui kisahnya, yang dapat menimbulkan stres pada anak maupun saudara-saudaranya yang dapat secara tidak sengaja 'melaporkan' mereka.

"Ini adalah rahasia besar yang harus dijaga. Ini membuat mereka tertekan. Maka jika seseorang merasa ia dapat menjadi terbuka mengenainya, saya kira itu adalah jalan yang lebih baik," katanya.

Hak atas foto Jessica's parents
Image caption Jessica sudah pergi ke sekolah sebagai perempuan selama lebih dari dua tahun

Transgender adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak mengidentifikasi dengan jenis kelamin yang didapatkan saat lahir - mereka mungkin ingin dilihat sebagai jenis kelamin yang berbeda atau tidak memiliki jenis kelamin sama sekali.

Lembaga satu-satunya di Inggris yang mengkhususkan diri pada isu gender di bawah 18 tahun adalah Tavistock dan Portman NHS Trust, yang berbasis di London dan memiliki klinik di seluruh Inggris.

Dalam dua tahun terakhir, jumlah anak berusia 10 atau lebih muda yang dirujuk ke dinas layanan kesehatan Inggris, NHS karena mereka tidak bahagia dengan jenis kelamin biologis mereka, meningkat dari 87 menjadi 216, termasuk 32 yang berusia lima tahun atau lebih muda selama satu tahun lalu.

Ini sesuatu yang mengejutkan para psikolog di lembaga tersebut.

Mereka mengatakan tidak mungkin untuk mengetahui dengan pasti mengapa lebih banyak lagi anak-anak yang dirujuk, namun jelas ada kesadaran dan penerimaan yang jauh lebih besar di masyarakat agar kaum muda dapat berbicara terbuka dalam mempertanyakan jenis kelamin mereka.

Image caption Lily mempunyai sisa dua tahun di sekolah dasar

Ibu Lily, 'Jen' berkisah, mereka sudah mencari sekolah menengah yang cocok bagi Lily sejak dua tahun yang lalu, sebelum anak laki-lakinya yang lebih tua, kakak Lily, mulai masuk sekolah menengah. Dia mengecek, bagaimana sekolah menengah tersebut bisa mendukung anak-anak transgender, jadi ia tahu apakah sekolah dapat membantu kedua anaknya.

Pada saat itu, sekolah tersebut belum memiliki anak transgender lainnya, namun mengatakan akan dengan senang hati mengubah kurikulum mereka untuk mendidik murid-murid lainnya.

Kini sekolah tersebut sudah memiliki dua anak yang melakukan transisi dari laki-laki ke perempuan. "Ini meyakinkan kami bahwa mereka sudah memiliki sedikit pengalaman dan mengerti menghadapi keadaannya," katanya.

'Sekadar berita lama'

Lily, yang masih akan menjalani dua tahun belajar di sekolah dasar, 'sangat ceria dan baik-baik aja,' kata ibunya.

"(Ia) kemungkinan sudah lebih percaya diri dan terlihat lebih rileks sebagai dirinya sendiri. Di sekolah nampaknya tidak lagi ada masalah, semuanya hanya jadi semacam berita lama saja."

Tapi Lily mengatakan bahwa teman-teman sekolahnya tidak selalu baik hati. "Ada satu yang bilang, 'Kamu tidak akan menjadi perempuan yang sempurna, kamu seharusnya menjadi pria saja,' dan itu benar-benar membuat saya kesal."

Jessica mengalami masa-masa sulit pada akhir tahun lalu saat hormon mulai muncul, kata orang tuanya.

"Sesekali dia berkata, 'Ketika saya dewasa saya akan hidup sendiri, karena tidak ada yang mau tinggal dengan saya karena saya transgender. Saya tidak akan pernah mendapatkan pacar'," kata 'Ella,' ibunya.

"Mereka seharusnya menikmati masa kanak-kanak sebagaimana yang lain, mereka harus dibiarkan untuk terus melakukan apa yang cocok bagi mereka. Saya hanya ingin segalanya berjalan lancar dan normal baginya, sama normalnya seperti kehidupan," tambahnya.

Image caption Jessica (kiri) dan Lily

Orangtua Jessica mengatakan bahwa ia merasa jauh lebih baik setelah berbicara dengan seorang konsultan di klinik Tavistock, yang meyakinkannya bahwa perubahan fisik yang terkait dengan pubertas masih jauh.

Transgender yang masih bocah dapat menerima perawatan di NHS, namun pada usia itu bentuknya sesi konseling dan dukungan.

Intervensi medis tidak dipertimbangkan sampai mereka mendekati pubertas, saat penghambat hormon mungkin ditawarkan kepada mereka.

Penghambat hormon menghentikan dengan sementara perubahan fisik yang terkait dengan pubertas, memberi waktu kepada anak muda untuk berpikir lebih lama tentang identitas gender mereka.

Pada usia sekitar 16 tahun, seorang pasien kemudian dapat menerima hormon seks silang, yang berarti mereka mengalami masa pubertas jenis kelamin yang mereka rasakan sebagai diri mereka.

Ella mengatakan bahwa ia khawatir mengenai apakah mereka akan memiliki uang untuk membiayai penanganan di pusat layanan swasta jika Jessica menginginkan terapi hormon lebih awal.

"Ada teman yang anak-anaknya membutuhkannya (hormon) untuk kesehatan mental mereka sendiri, mereka mendapatkan hormon lebih awal. Jadi saya sadar bahwa Jessica juga bisa saja membutuhkan hormon lebih dini."

Jen menambahkan, "Memang hal mudah, (apalagi) harus menunggu sampai usia 16. Sangat menjengkelkan kalau memikirkan bahwa semua rekannya akan membicarakan menstruasi dan berkembangnya payudara mereka dan mengenakan bra. Dan hal-hal sejenisnya. Sementara dia cuma bisa menunggu - hal yang sangat sulit baginya untuk dijalani."

Hak atas foto Lily's parents
Image caption Lily sudah pergi ke sekolah mengenakan rok selama dua tahun terakhir

Hal yang paling penting bagi kedua pasang orang tua adalah untuk mendukung anak-anak mereka saat mereka dewasa dan memastikan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk menangani tantangan di masa depan.

"Bukti penelitian menunjukkan bahwa remaja dan anak muda transgender yang mendapat dukungan itu, mendapat perawatan yang mereka butuhkan, mendapat dukungan dari keluarga dan sekolah, memiliki kesehatan mental yang sama dengan anak muda yang bukan transgender, atau lebih baik," Kata Jen.

Dia mengatakan keluarga mereka beruntung bahwa mereka mendapatkan pengalaman ini sekarang.

"Bahkan lima tahun yang lalu semuanya begitu berbeda. Tidak ada penghambat hormon, pasti sangat sulit bagi keluarga yang melewati apa yang kita alami," katanya.

Topik terkait

Berita terkait