Malala gadis peraih Nobel diterima di Universitas Oxford, ambil jurusan politik

Malala Hak atas foto Reuters
Image caption Malala nyaris tewas ditembak oleh milisi Taliban di Pakistan pada 2012 karena mengampanyekan perlunya pendidikan untuk anak-anak perempuan.

Gadis asal Pakistan, aktivis pendidikan, dan peraih Nobel Perdamaian, Malala Yousafzai, diterima di Universitas Oxford, Inggris, dan akan berkuliah di jurusan filsafat, politik dan ekonomi.

Ini adalah salah satu jurusan populer dan biasanya diambil oleh mereka yang ingin menekuni dunia politik.

Banyak anggota parlemen, menteri, dan perdana menteri Inggris yang lulus dari jurusan ini.

Jurusan ini pula yang diambil oleh mantan perdana menteri Pakistan, Benazir Bhutto saat berkuliah di Oxford pada pada 1970-an.

Keberhasilan Malala diterima di Universitas Oxford mendapat ucapan selamat dari berbagai tokoh, di antaranya penulis kisah fiksi Harry Potter, JK Rowling.

Malala, yang sekarang menetap di Birmingham, mengumumkannya melalui akun Twitter, seraya mengucapkan selamat ke seluruh siswa sekolah menengah di Inggris yang menerima hasil aplikasi masuk ke perguruan tinggi hari Kamis (17/08).

Maret lalu ia mengatakan telah mendapatkan tawaran dari universitas di Inggris dengan syarat mendapatkan tiga nilai A.

Gadis berusia 20 tahun ini pada 2012 nyaris tewas ditembak oleh milisi Taliban di Pakistan karena mengampanyekan perlunya pendidikan untuk anak-anak perempuan melalui catatan harian anonim di internet.

Hak atas foto Reuters
Image caption Malala mendapat Hadiah Nobel Perdamaian atas upayanya memperjuangkan hak-hak pendidikan bagi anak-anak.

Insiden terjadi ketika ia dalam perjalanan menuju sekolah. Beberapa milisi Taliban naik ke atas bus yang ia tumpangi dan mengeluarkan tembakan. Selain Malala, dua temannya juga mengalami luka-luka.

Insiden ini membuat namanya dikenal di seluruh dunia dan ia kemudian menjalani perawatan di Birmingham, Inggris, tempat ia kemudian menetap dan melanjutkan pendidikan.

Pada 10 Oktober 2014, Malala dinyatakan sebagai peraih Hadiah Nobel Perdamaian atas upayanya memperjuangkan pendidikan bagi anak-anak. Ia menerima penghargaan pada usia 17 tahun, membuatnya menjadi penerima Nobel termuda dalam sejarah.

Selain Malala, Nobel Perdamaian 2014 juga diberikan kepada pegiat hak-hak anak India, Kailash Satyarthi.

Pada April 2017 Malala tercatat sebagai Duta Perdamaian PBB termuda.

Topik terkait

Berita terkait