Cina dirikan pengadilan lewat internet dengan sidang yang dilakukan jarak jauh

Cina, internet Hak atas foto AFP
Image caption Perdagangan lewat internet meningkat pesat di Cina dan akan mendapat perlindungan lewat pengadilan di Hangzhou.

Cina mendirikan pengadilan internet dengan persidangan kasus-kasus berlangsung sepenuhnya di 'dunia maya' yang menurut media pemerintah Cina merupakan yang pertama di dunia.

Pengadilan akan berkantor di Hangzhou, di sebelah timur Cina, dan memusatkan pada kasus-kasus internet komersial serta sengketa hak cipta.

Sidang akan menggunakan sambungan video dengan bukti-bukti yang dikirimkan, sementara identitas para saksi diperiksa lewat keanggotaan dalam sistem pembayaran internet.

Hakim -seperti biasanya- akan ditunjuk oleh Partai Komunis Cina yang berkuasa.

"Pengadilan internet akan menawarkan kepada orang biasa sebuah solusi yang efisien dan murah atas jenis-jenis perselisihan baru yang terjadi di internet," kata Du Qian, Kepala Pengadilan Internet, kepada kantor berita resmi Mahkamah Agung Cina.

Hak atas foto EPA
Image caption Data terbaru memperlihatkan terdapat sekitar 724 juta pengguna intenet di Cina pada akhir Juni 2017.

Dia menambahkan pengadilan internet di Hangzhou -tempat kantor pusat raksasa internet Alibaba- bukan hanya membuat gugatan hukum menjadi semudah belanja internet namun juga membuat belanja internet mendapat perlindungan hukum yang sama dengan berbelanja ke toko.

Cina memiliki pengguna internet yang terbanyak di dunia. Laporan terbaru Pusat Informasi Jaringan Internet Cina menunjukkan sekitar 724 juta pengguna internet pada akhir Juni 2017.

Perdagangan lewat internet di negara ini juga berkembang pesat.

Pada hari promosi perdagangan interenet Alibaba, 11 November 2016 lalu, para pengguna menghabiskan US$17,8 miliar, yang setara dengan dua kali lipat dari penjualan lewat internet selama lima hari pada musim belanja Thanksgiving di Amerika Serikat tahun lalu.

Berita terkait