Dinilai melecehkan, sumbangan pria berpakaian perawat perempuan ditolak RS

Perawat, rumah sakit, Ludlow Hak atas foto Mark Hiles
Image caption Para pria yang berpakaian perawat perempuan mendorong satu tempat tidur keliling kota untuk menggalang dana.

Di kalangan masyarakat yang memiliki kepekaan gender, upaya yang berniat baik yang maunya disampaikan dengan cara jenaka bisa jadi tak diterima oleh semua pihak atau bahkan dianggap menyinggung.

Begitulah yang terjadi di Inggris atas sekelompok pria yang menggalang dana untuk sebuah rumah sakit di kota Ludlow, di kawasan Shropshire, Inggris tengah.

Masalahnya mereka berpakaian secara seronok sebagai perawat perempuan dan pimpinan rumah sakit berpendapat aksi mereka 'melecehkan'.

Para pria tersebut mengumpulkan dana untuk RS Ludlow dengan mendorong satu tempat tidur beroda keliling kota dan berhasil menghimpun £2.500 atau sekitar Rp42 juta.

Namun, itu tadi, Ketua Eksekutif Dinas Layanan Kesehatan Shropshire -yang membawahi RS Ludlow- Jan Ditheridge berpendapat perilaku pria tersebut 'menghina' dan menolak sumbangan mereka.

Keputusan yang disesalkan oleh kelompok pendukung rumah sakit, Liga Teman RS Ludlow, yang melihatnya sebagai 'hari yang buruk bagi dukungan warga untuk layanan kesehatan kita'.

Hak atas foto BBC Video
Image caption Banyak yang menyatakan dukungan kepada para 'perawat perempuan' penggalang dana lewat media sosial.

Ditheridge sampai menulis surat kepada ketua Liga Teman RS Ludlow, Peter Corfield, dan ketua yayasan RS, Mike Ridley, untuk menjelaskan pendapatnya.

"Penampilan pria yang berpakaian sebagai perawat perempuan dengan cara yang sangat diseksi-seksikan dan melecehkan adalah salah, ketinggalan zaman, dan menghina profesi."

Akan tetapi Corfield tidak melihatnya seserius itu. Dia mengatakan bahwa acara mendorong tempat tidur beroda keliling kota untuk menggalang dana pada setiap musim panas sudah berlangsung selama beberapa dekade dengan melibatkan para pria setempat.

Dan, tambahnya, aksi itu berlangsung dengan suka ria.

Dana yang terkumpul tahun ini, sebesar £2.500, awalnya ditujukan untuk mesin ECG bagi para pasien yang rawat datang dan yang menderita cedera ringan di RS Ludlow.

"Oleh karena itu kami kini harus menarik sumbangan dana untuk mesin tersebut," tambahnya.

Hak atas foto Google
Image caption Sumbangan £2.500 awalnya ingin digunakan untuk memberi mesin ECG di RS Ludlow.

Beberapa warga Ludlow tak sepakat dengan pendapat pimpinan rumah sakit bahwa para pria yang berpakaian perawat perempuan secara seronok itu adalah penghinaan.

"Tidak ada yang mengeluh dan semua orang tampaknya memiliki semangat itu, para warga tahu yang terjadi dan pendatang menyukainya, mereka selalu ngobrol dengan para pria itu dan memberi sumbangan, tidak ada yang memaksa," kata Alison Hiles, yang suaminya ikut berpartisipasi menjadi 'perawat perempuan'.

Banyak warga yang kemudian mengungkapkan dukungan pada aksi penggalangan dana itu lewat media sosial, termasuk para perawat perempuan.

"Saya seorang perawat dan saya tidak merasa terhina. Bodoh sekali!" tulis Gemma Davies sedangkan perawat lain, Hannah Holt, berpendapat, "Menolak sumbangan itu yang merupakan penghinaan terhadap profesi. Saya suka menjadi perawat dan saya suka orang yang berpakaian sebagai perawat... itu pemujaan."

Ada pula yang mengatakan bahwa dana yang berhasil dikumpulkan akan disambut hangat di tempat lain.

"Saya yakin banyak kegiatan-kegiatan sosial lain di wilyaha ini yang akan menerima sumbangan tersebut," tegas Ann Lanham.

Topik terkait

Berita terkait